By: James Vance
Banyak orang masih mengira mobil terbang adalah proyek sains. Tapi itu salah. Tantangan utama sekarang adalah sertifikasi, manufaktur, infrastruktur, dan teknologi baterai. Di China, transisi ke industri ini sudah berjalan.

Rencana Lima Tahun Kelima Belas China akan prioritaskan ekonomi ketinggian rendah. Mobil terbang (eVTOL) menjadi pusat visi ini. Di Guangzhou, pabrik manufaktur cerdas baru mulai beroperasi dengan kapasitas tahunan 100 pesawat. Model unggulannya bisa bawa dua penumpang, takeoff/landing vertikal, dan terbang sampai 30 km. Ia sudah punya lebih dari 2000 pesanan intensi dari operator pariwisata. EHang EH216, eVTOL penumpang otonom pertama yang disertifikasi di China, sudah beroperasi uji komersial di Guangzhou dan Hefei untuk wisata udara. Di Chengdu, mobil terbang listrik enam penumpang sedang disertifikasi. Ia bisa kecepatan 230 km/jam, perjalanan dari Gunung Qingcheng ke Bandara Shuangliu hanya 9 menit (1/5 waktu darat). Ia punya hampir 2000 pesanan intensi dan ratusan pesanan terkonfirmasi. Di Guangzhou, model fixed-wing hybrid sudah melakukan penerbangan publik pertama.
Sukses komersial mobil terbang bergantung pada dua hal: sertifikasi udara dan baterai solid-state. Baterai solid-state punya kepadatan energi lebih tinggi, lebih aman, dan output daya lebih kuat dari lithium konvensional. Pesawat dengan baterai solid-state sudah terbang melintasi Selat Qiongzhou. Jika sertifikasi membuka akses pesawat dan baterai solid-state membuka ekonomi, industri ini bisa tumbuh menjadi triliunan. Yang menguasai baterai solid-state pertama akan mendominasi rantai pasok mobil terbang.
Author bio: James Vance, Kolumnis Senior di majalah teknologi internasional terkemuka yang fokus pada inovasi mobilitas.