
(AsiaGameHub) – Myanmar melakukan tindakan tegas besar-besaran terhadap operasi perjudian online ilegal. Pihak berwenang menangkap 85 warga negara Cina selama serangan terkoordinasi di kecamatan Muse.
Setelah keluhan masyarakat tentang kegiatan ilegal pada 20 Maret, beberapa operasi penggeledahan dilakukan di berbagai alamat di wilayah Kaungmu Tong, Taw Yawt, dan Suan Saw di mana tersangka ditemukan dan peralatan yang terkait dengan perjudian online dan penipuan disita.
Penyelidikan terhadap jaringan besar yang digunakan untuk menjalankan operasi perjudian dan penipuan lokal mengungkapkan infrastruktur teknis yang luas. Selain penangkapan 286 ponsel dari Wilayah Kaungmu Tong, 30 komputer, 28 laptop, 46 ponsel, dan 18 perangkat terkait perjudian disita dari Wilayah Taw Yawt, dan 85 ponsel dan 10 komputer disita dari Wilayah Suan Saw.
Operasi ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan oleh pemerintah Myanmar untuk memerangi penipuan online, serta perjudian online ilegal di daerah perbatasan seperti Muse, yang telah menjadi pusat utama kejahatan transnasional.
Pihak berwenang juga bekerja sama erat dengan mitra regional dan organisasi internasional untuk mengganggu jaringan ini dengan menghancurkan infrastruktur operasional mereka.
Menurut pejabat, terus memerangi penipuan dan perjudian online ilegal akan menjadi prioritas utama pemerintah ke depan. Kecepatan pemerintah dalam bertindak sebagai tanggapan terhadap intelijen lokal dan meningkatkan kapasitas penegakan hukum merupakan contoh dari janji ini.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.
Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum
AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.