Inflasi Amerika: Permasalahan Angka atau Kepercayaan?

By: Julian Holbrooke
Pemerintah AS mengatakan inflasi berjalan sesuai harapan. Tapi banyak warga AS tidak setuju. Harga sayuran dan kopi naik tinggi. Ini bukan soal angka saja, tapi kepercayaan rakyat.

Pemerintah menganggap angka inflasi normal. Bulan Mei, harga konsumen naik 4,2% tahun ke tahun. Lebih dari 60% kenaikan inflasi itu dari biaya energi. Konflik Israel dan Iran membuat harga bahan bakar naik. Presiden Donald Trump mengatakan angka itu bagus dan inflasi akan turun setelah konflik usai.

Di luar pernyataan resmi, ada isu lain. Biaya energi naik, tapi ada tekanan lain. Ancaman tarif dan investasi besar di data center dan AI membuat harga naik. Konsumen beralih ke supermarket murah. Mereka lebih hemat.

Inflasi bisa jadi masalah politik. Ini membantu Partai Republik menguasai pemerintahan pada 2024. Tapi sekarang, bisa jadi kelemahan sebelum pemilihan tengah masa. Survei menunjukkan hanya 22% warga AS setuju dengan penanganan biaya hidup oleh Trump. Jika pemilihan kongres digelar sekarang, pendukung Demokrat lebih banyak. Inflasi mungkin turun jika pasar energi stabil. Tapi, membangun kembali kepercayaan rakyat lebih sulit daripada menurunkan angka inflasi.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering berkontribusi ke surat kabar harian Eropa.