By: Oliver Hawthorne
Industri keyboard mekanik sekarang terjebak di perlombaan fitur yang tidak berguna. Semua brand berlomba menambahkan knob, layar kecil, dan efek RGB yang makin terang. Tapi tidak ada yang sentuh masalah dasar: layout keyboard kita masih desain zaman mesin tik. Orang yang mengetik 8 jam sehari sering merasakan nyeri pergelangan tangan, tapi tidak ada solusi nyata dari brand mainstream.

Epomaker baru saja meluncurkan Hack70, keyboard yang mengusung layout ortholinear kompak 65 tombol. Semua tombol diletakkan di baris dan kolom lurus, bukan tumpang tindih seperti keyboard tradisional. Tujuannya sederhana: mengurangi gerakan jari ke samping, mempersingkat jarak tempuh jari, menurunkan kelelahan saat mengetik lama. Ada juga split spacebar yang mengubah tombol terbesar di papan jadi dua input yang bisa diprogram secara mandiri. Ditambah dukungan VIA, pengguna bisa memetakan ulang semua tombol, membuat makro, dan membangun lapisan khusus sesuai alur kerja mereka. Fitur pendukungnya juga lengkap: struktur gasket-mounted, switch yang sudah dilumasi sebelumnya, socket hot-swappable, keycap PBT profil XDA, dan kaki penyangga yang bisa diatur. Konektivitasnya tri-mode, mendukung Windows dan macOS, baterai 3000mAh bisa tahan sampai 100 jam tanpa lampu latar. Gabungan semua fitur ini membuat kurva belajar layout ortholinear yang biasanya sulit jadi lebih mudah diikuti.
Sekarang brand keyboard susah membedakan produk satu dengan yang lain. Upgrade switch lebih cepat atau pencahayaan lebih terang sudah tidak menarik lagi minat konsumen. Efisiensi alur kerja adalah area baru yang masih luas untuk dieksplorasi. Hack70 memang tidak cocok untuk semua orang, layout ortholinear memang tidak pernah menarik semua kalangan. Ke depannya, lebih banyak brand akan beralih dari peningkatan kosmetik ke inovasi layout yang benar-benar meningkatkan produktivitas pengguna.
Author bio: Oliver Hawthorne, koresponden utama media review teknologi internasional yang fokus meliput industri perangkat keras komputer.