Manuver Krishna Rao: Mengapa Anthropic Sedang Memainkan Catur Tingkat Tinggi di Balik Layar IPO

(SeaPRwire) - Dunia teknologi sedang menahan napas. Langkah Anthropic mengajukan draf registrasi S-1 secara rahasia ke SEC bukan sekadar prosedur administratif biasa; ini adalah sinyal perang terbuka di puncak ekosistem AI. Sebagai pengamat yang telah lama memantau pergeseran modal di Silicon Valley, saya melihat ini sebagai langkah taktis yang sangat presisi. Budi Santoso, seorang analis senior di firma riset teknologi independen, memberikan perspektif tajamnya: "Apa yang dilakukan Krishna Rao bukan sekadar menyiapkan dokumen keuangan. Ini adalah upaya untuk mengunci narasi pasar sebelum OpenAI sempat bernapas. Dengan valuasi yang kini menyentuh angka fantastis $965 miliar, Anthropic tidak lagi bermain di liga startup; mereka sedang memposisikan diri sebagai infrastruktur fundamental peradaban digital. Rao membawa DNA operasional dari Airbnb, yang berarti dia tidak hanya menjual janji AI, tapi juga skalabilitas yang teruji. Ini adalah pertarungan antara narasi 'keamanan' yang diusung Anthropic melawan 'kecepatan' yang selama ini menjadi identitas OpenAI." Faktanya, Anthropic memang sedang tancap gas. Setelah Krishna Rao bergabung pada Mei 2024, perusahaan ini bergerak cepat. Suntikan dana $65 miliar dalam putaran Seri H yang dipimpin oleh nama-nama besar seperti Altimeter Capital dan Sequoia Capital telah menempatkan mereka di posisi yang secara valuasi melampaui OpenAI. Pengajuan S-1 ini memberi CEO Dario Amodei fleksibilitas penuh untuk melantai di bursa begitu kondisi pasar memungkinkan, meski detail harga dan jumlah saham masih menjadi rahasia dapur yang dijaga ketat. Rao sendiri bukanlah sosok CFO konvensional. Pengalamannya mengawal IPO Airbnb dan kemampuannya mengelola modal miliaran dolar di Blackstone memberikan kepercayaan diri bagi investor bahwa Anthropic memiliki kendali finansial yang matang. Dana segar dari Seri H ini, menurut Rao, akan dialokasikan untuk memperdalam riset interpretabilitas—sebuah keunggulan kompetitif yang krusial—serta memperluas jejak komputasi mereka. Bagi pasar, ini adalah pesan bahwa Anthropic sedang membangun fondasi yang jauh lebih kokoh daripada sekadar model bahasa yang canggih. Melihat ke depan, kita sedang memasuki fase "AI Maturity". Era di mana perusahaan AI hanya mengandalkan *hype* sudah berakhir. Investor kini menuntut efisiensi operasional dan jalur profitabilitas yang jelas, itulah sebabnya profil CFO seperti Rao—yang lahir dari rahim FP&A (Financial Planning & Analysis)—menjadi sangat berharga. Tren ini akan memaksa pemain lain di industri untuk segera berbenah. Persaingan antara Anthropic dan OpenAI menuju IPO pada 2026 akan menjadi drama korporasi terbesar dekade ini. Kita tidak hanya bicara tentang siapa yang memiliki model paling pintar, tapi siapa yang memiliki struktur modal paling tangguh untuk bertahan dalam perang harga komputasi yang brutal. Bagi para pemain di industri, ini adalah pengingat bahwa di balik kecerdasan buatan yang memukau, ada mesin keuangan yang harus terus berputar. Anthropic baru saja menekan tombol *start* untuk babak baru yang akan menentukan siapa yang benar-benar memegang kendali atas masa depan AI global.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Anthropic Sudah Ajukan S-1 Rahasia: Balapan IPO Raksasa AI Musim Panas Ini Bakal Memanas Lebih Cepat dari Perkiraan News

Anthropic Sudah Ajukan S-1 Rahasia: Balapan IPO Raksasa AI Musim Panas Ini Bakal Memanas Lebih Cepat dari Perkiraan

(SeaPRwire) - Saya baru ngobrol bareng Rizky Aditya, analis investasi teknologi senior yang sudah memantau valuasi startup AI selama lebih dari satu dekade, kemarin. Menurutnya, pengajuan S-1 rahasia Anthropic bukan cuma tanda mereka siap go public. Ini langkah strategis untuk merebut kepercayaan investor terlebih dahulu sebelum OpenAI. Banyak investor swasta yang sudah kecewa dengan startup AI yang cuma banyak bakar uang tanpa untung, jadi langkah Anthropic yang punya catatan pendapatan solid untuk masuk pasar publik duluan akan memberikan keuntungan besar, meskipun OpenAI punya pengenalan merek yang lebih luas. Kemarin, Anthropic mengumumkan pengajuan S-1 rahasia mereka lewat blog resmi. Perusahaan AI yang sekarang bernilai 965 miliar USD ini didirikan tahun 2021 oleh saudara Dario dan Daniela Amodei, pertumbuhannya bahkan terlalu besar untuk disembunyikan layaknya gajah yang sedang tumbuh cepat di kebun binatang. Bulan Desember 2025 lalu, valuasi mereka baru 183 miliar USD. Pada saat itu Dario sempat berkata, ia yakin pendapatan Anthropic bisa melebihi OpenAI dalam setahun, dan ia lebih memilih punya pendapatan terbesar daripada pusat data terbesar, karena pendapatan masuk ke kolom untung di laporan keuangan, sementara pusat data masuk ke kolom rugi. Hanya beberapa bulan kemudian, angka pendapatan tahunan Anthropic per Mei mencapai 47 miliar USD. Angka ini bukan cuma besar, tapi juga menunjukkan mereka sudah selangkah di depan OpenAI yang valuasi terakhirnya 852 miliar USD. Laporan beredar bahwa kondisi keuangan OpenAI tidak sekuat Anthropic, permintaan saham OpenAI di pasar sekunder juga tidak sebesar permintaan saham Anthropic yang sangat tinggi. Pendanaan Seri H Anthropic bulan Mei lalu bahkan berhasil mengumpulkan 65 miliar USD, mendorong valuasinya mendekati 1 triliun USD. Permintaannya begitu tinggi sampai memunculkan kekhawatiran ada praktik keuangan yang tidak wajar di pasar swasta yang memanfaatkan FOMO baik terhadap sektor AI secara umum maupun Anthropic secara khusus. Ada juga spekulasi jika Anthropic masuk pasar publik duluan, permintaan terhadap OpenAI yang kurang menguntungkan bisa turun. Perlu diingat, pengajuan S-1 rahasia tidak menjamin IPO akan benar-benar terjadi. Banyak pengajuan serupa yang akhirnya ditarik tanpa pernah diumumkan ke publik, jadwalnya pun masih belum pasti, bisa musim panas ini, musim gugur, atau bahkan tidak pernah sama sekali. Tapi pengumuman ini sendiri adalah sinyal jelas bahwa Anthropic ingin mendahului OpenAI masuk pasar publik. Kini giliran OpenAI yang harus bergerak, mereka bisa mempercepat proses pengajuan mereka untuk mendahului Anthropic musim panas ini. Kinerja SpaceX juga bisa jadi faktor yang mempengaruhi, meskipun logika pasar Elon Musk punya aturan tersendiri. Balapan IPO kedua raksasa AI ini akan menjadi patokan valuasi semua startup AI di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara. Jika Anthropic berhasil mencatatkan sahamnya duluan dan kinerjanya bagus di pasar publik, startup AI yang sudah menguntungkan akan mendapatkan syarat pendanaan yang jauh lebih baik, sementara yang cuma bakar uang untuk infrastruktur tanpa pendapatan yang jelas akan semakin sulit mendapatkan dana. OpenAI kemungkinan besar akan mempercepat proses S-1 mereka, kita bisa melihat dua IPO raksasa AI dalam enam bulan ke depan yang akan menarik banyak modal ke sektor teknologi publik, namun juga akan meningkatkan pengawasan terhadap seberapa sah aliran pendapatan perusahaan AI. Bagi investor ritel, ini berarti mereka akhirnya mendapatkan akses untuk berinvestasi di pemain AI terkemuka, tapi harus berhati-hati jangan terjebak FOMO sebelum memeriksa laporan keuangan yang sebenarnya.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Di Balik Hype AI: Ilusi Otomatisasi yang Justru Membuat Pekerjaan COO Semakin Berat

(SeaPRwire) -Pernah dengar pendapat bahwa AI akan memangkas beban kerja kepala operasional perusahaan dan membuat pekerjaan mereka lebih mudah? Saya Budi Santoso, konsultan operasional enterprise dengan pengalaman 18 tahun menangani transformasi digital di berbagai perusahaan besar Indonesia, dan saya selalu mengatakan bahwa hype AI seringkali menjauhkan kita dari masalah inti. Banyak perusahaan terburu-buru adopsi AI hanya karena takut ketinggalan, tanpa memetakan apa yang sebenarnya ingin dicapai. Yang saya lihat dari diskusi terbuka COO perusahaan global baru-baru ini bukan berarti AI buruk, tapi kita lupa bahwa AI hanyalah alat, bukan solusi instan untuk semua masalah operasional. COO selama ini dibayar untuk mengelola ketidakpastian, dan AI justru menambah lapisan ketidakpastian baru yang belum ada panduan jelas mengelolanya. Roundtable makan siang yang diadakan Thomson Reuters di ajang COO Summit beberapa waktu lalu mengumpulkan beberapa kepala operasional perusahaan besar dunia, yang awalnya datang siap berbagi keuntungan AI untuk bisnis mereka. Mulai dari peningkatan kecepatan, skala operasi yang lebih besar, sampai peningkatan pendapatan yang dipercepat. Namun yang mereka bagikan justru kekacauan terorganisir yang muncul setelah adopsi AI. Venkatesh Alagirisamy, EVP dan COO Nike, mengatakan tantangan terbesar adalah kecepatan tanpa kejelasan. Banyak hype AI yang membuat tim dalam perusahaan terburu-buru adopsi, tanpa tujuan yang jelas, sehingga kecepatan itu justru bisa membawa perusahaan ke arah yang salah. Inilah yang mereka sebut ilusi otomatisasi, celah berbahaya antara janji AI untuk pemimpin operasional dan apa yang sebenarnya diberikan. Janji yang ditawarkan kepada pemimpin operasional sederhana saja: otomatisasi tugas rutin, bebaskan tenaga kerja, mesin yang menangani peramalan, logistik, kepatuhan, layanan pelanggan, sedangkan manusia fokus ke strategi. Aayush Bhatnagar, kepala layanan pelanggan global Sysco, distributor makanan dengan pendapatan tahunan hampir 84 miliar dolar AS, mengatakan tujuan awal mereka adalah menginstitusikan pengetahuan pengalaman puluhan tahun karyawan ke dalam skala besar. Setiap kuntum brokoli yang kamu makan rata-rata menempuh 2.000 mil, dan rantai pasok itu berjalan dari penilaian yang dibuat karyawan berpengalaman. AI seharusnya menyerap keahlian itu dan melipatgandakannya. Beberapa perusahaan memang mendapatkan manfaat parsial. Nike meluncurkan platform pembelajaran internal 12 bulan yang lalu, yang dikurasi oleh rekan kerja dari bawah bukan mandat dari atas, sudah mencatat 20 ribu kursus digital diikuti dan 3 ribu sesi pelatihan langsung diadakan. Sysco menggunakan AI untuk memikirkan ulang cara peramalan dan pembelian barang. Thomson Reuters sendiri menggunakannya untuk membantu pengacara, akuntan pajak, dan profesional perdagangan bekerja lebih cepat. Namun semua itu datang dengan kenyataan yang mengejutkan banyak pihak. Laura Clayton McDonnell, presiden divisi corporates Thomson Reuters, menjelaskan ilusi otomatisasi ini lebih dalam. Kita bergerak cepat mendapatkan jawaban dengan cepat, tapi bagaimana memastikan output itu bisa diandalkan, akurat, cukup untuk dijadikan dasar mengambil keputusan bisnis. Bagi profesional yang mereka layani, mulai dari pengacara yang masuk pengadilan sampai akuntan yang mengatur tarif dan tim perdagangan yang menangani sanksi, tidak ada ruang untuk kesalahan. Model bahasa besar yang menghasilkan jawaban yang masuk akal tapi salah bukan alat produktivitas, tapi tanggung jawab hukum yang berbahaya. Masalahnya tidak berhenti di akurasi. Masalah yang lebih besar adalah AI membuat lingkungan operasional secara fundamental kurang bisa diprediksi, padahal itulah yang menjadi tanggung jawab utama COO. Olivia Nottebohm, COO Box, berbagi pengalaman di perusahaannya sendiri. Box menjual produk AI, menggunakan Box AI secara internal, dan selalu berbicara tentang AI, tapi ketika Nottebohm melihat angka adopsi, jumlahnya jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Setelah diselidiki, itu bukan karena karyawan menolak, tapi karena kebingungan. Alat sudah ada, tapi kemampuan menggunakannya tidak ada. Box akhirnya membuat program untuk melatih semua karyawan, yang hasilnya cukup baik tapi mengungkapkan fakta yang lebih sulit: bahkan di perusahaan yang maju teknologi sekalipun, celah antara menerjunkan AI dan mengoperasionalkannya secara penuh sangat besar. Bahkan Nottebohm mengaku butuh waktu lama untuk memastikan karyawan tidak merasa tersisih, dan seharusnya dia bisa menyelesaikannya lebih cepat. Kini Box mewajibkan pelatihan AI untuk semua karyawan, tidak ada pilihan untuk keluar dari transformasi ini. Yang paling menyoroti celah ini adalah pengakuan Bhatnagar. Empat minggu sebelum pertemuan itu, dia menambahkan tujuh agen AI sebagai laporan langsungnya. Mereka punya nama, peran yang jelas mulai dari agen eskalasi, agen pengiriman, sampai agen komunikasi. Kinerja mereka dievaluasi bersama karyawan manusia di rapat bisnis mingguan. Bhatnagar mengaku dia tidak bisa tidur nyenyak semalaman setelah itu, karena prinsip kepemimpinan tradisional tidak berlaku untuk agen AI ini. Tidak ada literatur manajemen yang membahasnya, tidak ada kebijakan HR atau rencana perbaikan kinerja yang bisa diterapkan ke agen AI. Tapi COO tetap harus bertanggung jawab atas output mereka, yang bisa naik skala secara instan dan juga salah secepat itu. Pertanyaan Bhatnagar tentang bagaimana cara melatih manajer sekarang menjadi ringkasan paling jujur dari posisi AI enterprise saat ini. Di akhir diskusi, muncul pertanyaan lain yang lebih besar tentang apa yang terjadi dengan pekerja level pemula yang biasanya membangun kemampuan penilaian mereka dari tugas rutin yang sekarang diserap AI. Fenomena ilusi otomatisasi ini bukan cuma masalah yang dialami perusahaan global besar di luar negeri. Perusahaan di Indonesia juga mulai mengalami hal yang sama saat berlomba adopsi AI untuk operasional. Saya melihat banyak perusahaan rintisan dan perusahaan keluarga besar yang membeli alat AI dengan harapan bisa mengurangi jumlah karyawan dan meningkatkan kecepatan kerja, tapi pada akhirnya justru menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk memperbaiki kesalahan output AI dan melatih karyawan beradaptasi. Ke depan, perusahaan yang berhasil adalah yang tidak terburu-buru mengekor hype, dan menerima bahwa peran manusia dalam lingkaran keputusan bisnis tidak bisa digantikan untuk saat ini. Kemampuan organisasi untuk terus beradaptasi, yang disebut learning agility oleh COO Nike, akan menjadi kemampuan inti yang membedakan perusahaan yang berhasil mengintegrasikan AI dan yang cuma bermain-main dengan teknologi. Kita akan melihat lebih banyak inovasi di bidang manajemen agen AI dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari kerangka kinerja sampai kebijakan tanggung jawab yang jelas. Untuk saat ini, COO dan pemimpin operasional harus siap menghadapi ketidakpastian, bukan berharap AI menghilangkannya sama sekali.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Anthropic mengajukan berkas IPO secara rahasia setelah mengumpulkan $65 miliar dalam putaran pendanaan dengan valuasi $965 miliar News

Anthropic mengajukan berkas IPO secara rahasia setelah mengumpulkan $65 miliar dalam putaran pendanaan dengan valuasi $965 miliar

(SeaPRwire) - Anthropic PBC telah mengajukan dokumen draf secara rahasia untuk pencatatan publik karena mereka bersaing dengan rival lama OpenAI untuk melakukan debut di Wall Street paling cepat musim gugur ini. "Jumlah saham yang akan ditawarkan dan harganya belum ditetapkan," kata perusahaan dalam postingan blog pada hari Senin. Pembuat Claude baru-baru ini mengumpulkan $65 miliar dalam putaran pendanaan dengan valuasi $965 miliar, termasuk investasi tersebut, melampaui nilai rival OpenAI untuk pertama kalinya. Anthropic telah melihat lonjakan permintaan karena pelanggan ingin menggunakan alat-alatnya untuk merampingkan pengkodean dan tugas-tugas lainnya. Anthropic dan rival OpenAI saling beradu dalam beberapa bulan terakhir karena keduanya mengejar pencatatan publik. Rival OpenAI sendiri dikabarkan sedang mempersiapkan pengajuan rahasianya sendiri untuk penawaran umum perdana dalam beberapa minggu mendatang dan menargetkan debut publik sekitar musim gugur, dilaporkan Bloomberg pada bulan Mei.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Cadangan Bitcoin $1,4 Miliar SpaceX adalah Aset Strategis—dan Sakit Kepala Akuntansi News

Cadangan Bitcoin $1,4 Miliar SpaceX adalah Aset Strategis—dan Sakit Kepala Akuntansi

(SeaPRwire) - Ketika SpaceX mengajukan IPO yang sangat dinantikan, investor mengetahui bahwa ukuran cadangan Bitcoin perusahaan melebihi perkiraan sebelumnya. Ketika perusahaan akhirnya meluncurkan IPO, ini menjadi pertanyaan terbuka apa yang akan dilakukan perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, yang baru-baru ini telah mendinginkan semangat lama-nya terhadap kripto, dengan cadangan tersebut, yang saat ini bernilai hampir $1,4 miliar. Sitasi ini tidak sepenuhnya belum pernah terjadi. Tesla, perusahaan lain yang dimiliki Musk dan yang juga meluncurkan IPO, masih memiliki cadangan Bitcoin yang dimilikinya sejak 2021. Tapi Bitcoin milik SpaceX sebanyak 18.712 Bitcoin jauh lebih banyak dibandingkan 11.509 yang saat ini dimiliki Tesla. Dalam kasus Tesla, perusahaan menjual sebagian besar pembelian Bitcoin awalnya pada 2022, dan ada laporan yang menunjukkan SpaceX juga telah menjual sebagian dari kepemilikannya. Namun, tampaknya bukanlah kasus bahwa SpaceX yang baru saja meluncurkan IPO mungkin akan menjual Bitcoin-nya—paling tidak dalam jangka pendek. “Bisa saja SpaceX menjual Bitcoin sebagai perusahaan publik, tapi kemungkinan akan membutuhkan pergeseran strategis yang signifikan atau krisis likuiditas yang nyata, bukan pengelolaan kas rutin. Sama seperti Tesla, SpaceX tampaknya memperlakukan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang, bukan sebagai alat perdagangan,” kata David Krause, profesor keuangan emeritus di Marquette University, yang dikutip oleh . Hingga filing S-1 SpaceX keluar, para penyelidik blockchain percaya perusahaan tersebut memiliki sekitar 8.300 Bitcoin. Filing tersebut menunjukkan SpaceX memiliki sekitar $1,4 miliar dalam mata uang yang diperoleh dengan biaya dasar $661 juta, yang berarti investasi Bitcoin perusahaan telah lebih dari melipatgandakan. Ini juga berarti Bitcoin milik SpaceX bernilai sekitar 1,8% dari basis aset total perusahaan, berdasarkan laporan keuangan yang diajukan ke SEC. Mengingat ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan cadangan kas dan surat berharga SpaceX, perusahaan mungkin memandang aset ini sebagai jenis jaminan. “Apa yang kita ketahui dari filing adalah bahwa mereka belum pernah menjual sejak akhir 2024, kata Edward Ludlow, co-host teknologi Bloomberg, dalam wawancara tentang Bloomberg Crypto. “Ideanya, mungkin berdasarkan bahasa dalam filing, adalah ... Mereka mungkin hanya melihatnya sebagai jaminan inflasi, aset jangka panjang, tetapi paling mungkin ini semacam cadangan strategis untuk kas berlebih mereka.” Dari perspektif akuntansi perusahaan, mungkin faktor yang lebih relevan yang berperan adalah fluktuasi harga Bitcoin yang liar. “Cerita sebenarnya bagi investor publik bukanlah apakah SpaceX menjual atau menahan. Melainkan volatilitas akuntansi. Menilai $1,45 miliar dalam Bitcoin ke pasar setiap kuartal dapat menghasilkan fluktuasi liar dalam laporan laba yang tidak ada hubungannya dengan peluncuran roket atau kinerja satelit,” kata Krause. ‘A lot more than I thought they had’ Tesla dan SpaceX memiliki dua dari cadangan Bitcoin perusahaan terbesar sebagian besar berkat kecenderungan pribadi CEO Elon Musk terhadap kripto. Sang miliarder sangat terlibat dalam kripto selama bull run 2021, sering memposting tentang Dogecoin dan, untuk waktu yang singkat, menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk pembelian mobil. Dalam beberapa tahun terakhir, Musk telah berbicara kurang tentang kripto di publik, karena perusahaannya telah menjual sebagian kepemilikannya. Selama persidangan terhadap gugatannya terhadap OpenAI, Musk mengatakan beberapa kripto memiliki nilai, tapi sebagian besar adalah penipuan. Meskipun demikian, pengungkapan cadangan Bitcoin SpaceX menunjukkan bahwa perusahaan milik Musk memiliki paparan terhadap mata uang ini jauh lebih besar dari yang sebelumnya dipikirkan. “Ini jauh lebih banyak dari yang kuduga miliki mereka (seperti orang lain),” analis Bloomberg James Seyffart dikutip oleh dalam teks. Meskipun SpaceX tampaknya telah mendinginkan dirinya terhadap kripto, Seyffart mengatakan, “dia dan/atau seseorang di atasnya dalam lingkaran dekatnya jelas merupakan penggemar Bitcoin yang kuat untuk membeli dan menahan melalui semua volatilitas ini.” Setelah IPO SpaceX, perusahaan akan menjadi perusahaan publik terbesar ketujuh dari segi kepemilikan Bitcoin. Jika SpaceX dan Tesla digabungkan tanpa menjual Bitcoin apa pun, perusahaan hasil gabungan akan menjadi perusahaan publik kelima terbesar dari segi kepemilikan Bitcoin.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Wall Street mungkin telah memecahkan misteri yang mengganggu di pasar minyak global karena skenario kiamat belum tiba News

Wall Street mungkin telah memecahkan misteri yang mengganggu di pasar minyak global karena skenario kiamat belum tiba

(SeaPRwire) - Tiongkok diam-diam telah muncul sebagai konsumen penyeimbang yang tersembunyi di pasar minyak global, yang berpotensi menunda skenario kiamat lebih lama lagi. Selama berbulan-bulan, para investor bertanya-tanya mengapa harga minyak mentah gagal mencapai skenario terburuk, bahkan ketika seperlima pasokan dunia tertahan di Teluk Persia. Tentu saja, Arab Saudi mengalihkan ekspor untuk menghindari Selat Hormuz, negara-negara ekonomi di Asia memberlakukan penjatahan, dan negara-negara konsumen minyak terbesar di dunia mengoordinasikan pelepasan cadangan strategis. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mengimbangi hilangnya minyak Timur Tengah, dengan kekurangan diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta barel per hari. Pada saat yang sama, blokade angkatan laut AS terhadap Iran menghilangkan lebih banyak barel dari pasar. Akibatnya, kebuntuan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen yang membuka kembali selat tersebut telah memicu kepanikan yang meningkat dari semakin banyaknya pihak yang bersuara. “Kita mendekati tingkat persediaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” peringatan Senior Vice President Exxon, Neil Chapman, pada sebuah konferensi industri hari Kamis. “Maksud saya tingkat yang sangat, sangat rendah. Anda bisa memperdebatkan apakah itu akan mencapai tingkat yang sangat rendah dalam dua minggu atau tiga minggu. Begitu Anda sampai pada titik itu, maka Anda akan melihat harga melonjak.” Para analis telah memprediksi saat kebenaran—ketika persediaan global mencapai tingkat yang sangat rendah—bisa tiba secepat bulan Juni. Namun, pasar memiliki visibilitas yang lebih sedikit terhadap cadangan besar Tiongkok, yang diperkirakan mencapai sekitar 1,4 miliar barel. Sementara itu, impor minyak mentah Tiongkok anjlok 20% pada bulan April menjadi 9,4 juta barel per hari, yang merupakan penurunan terbesar sejak pandemi, dan data untuk bulan Mei menunjukkan penurunan yang lebih tajam menjadi 7 juta. Karena pembatasan ekspor bahan bakar oleh Beijing, kilang-kilang Tiongkok mengonsumsi lebih sedikit minyak. Selain itu, Tiongkok tampaknya telah melonggarkan penimbunan minyaknya sebelumnya sambil juga melepaskan sebagian dari cadangannya yang sangat besar. “Jika dilihat kembali, kelemahan dalam impor minyak mentah Tiongkok dapat menunda titik kritis bagi pasar minyak global,” kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics, dalam sebuah catatan pada hari Jumat. Dia sebelumnya memperkirakan bahwa harga minyak mentah Brent akan mencapai rekor tertinggi pada akhir Juni, dengan asumsi kondisi pasar dan tren penarikan terus berlanjut. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa kilang-kilang Tiongkok lebih agresif menguras persediaan pada bulan Mei dibandingkan bulan April, menyerap bagian yang lebih besar dari guncangan minyak global, tambah Hussain. “Perhitungan kasar menunjukkan bahwa jika permintaan minyak mentah Tiongkok pada bulan Mei terulang pada bulan Juni, ‘titik balik’ di pasar minyak global dapat didorong mundur dari bulan Juni ke bulan Juli,” tulisnya. Bantuan seperti itu tidak bisa datang lebih cepat. JPMorgan telah memperingatkan bahwa persediaan minyak komersial di negara maju dapat “mendekati tingkat tekanan operasional” pada awal Juni. CEO Chevron, Mike Wirth, mengatakan pada hari Kamis bahwa harga minyak kemungkinan akan segera melonjak karena “peredam kejut” pasar telah terkuras, sehingga melemahkan kemampuannya untuk terus menyerap gangguan tersebut. “Selama beberapa minggu ke depan, kita kemungkinan akan melihat tekanan tersebut mengalir lebih langsung ke harga fisik dan ada lebih banyak tekanan ke atas yang saya harapkan saat kita memasuki bulan Juni dan tentu saja ke bulan Juli,” tambahnya. Analis di UBS mengatakan awal bulan ini bahwa persediaan minyak mendekati rekor terendah, memperingatkan bahwa “penyangga kini sebagian besar telah habis.” Seiring persediaan yang semakin rendah, UBS mengatakan harga minyak bisa menjadi lebih fluktuatif dan menyoroti “risiko pembelian panik jika dislokasi fisik meningkat dan Selat Hormuz tetap ditutup.” Namun bagi Robin Brooks, senior fellow di Brookings Institution, kurangnya lonjakan harga minyak yang membawa bencana bukanlah sebuah misteri karena ia secara konsisten menepis prediksi yang mengerikan tersebut. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pasar minyak memiliki ruang gerak yang lebih luas daripada yang diperkirakan, dengan menunjukkan bahwa Korea Selatan beralih dari Arab Saudi dan mulai mengimpor lebih banyak minyak dari Kanada, Malaysia, dan tempat lain. Total impor minyak Korea Selatan masih turun, dan mereka membayar harga yang mahal untuk mendapatkan pasokan alternatif. Namun pelajarannya adalah bahwa pasar lebih tangguh dan banyak akal daripada yang diperkirakan, jelas Brooks dalam sebuah postingan Substack pada hari Selasa. “Intinya adalah bahwa guncangan pasokan ini sebenarnya tidak terlalu traumatis,” simpulnya. “Itulah juga mengapa harga minyak tidak harus naik ke tingkat apokaliptik. Tidak banyak permintaan yang perlu ‘dihancurkan’.”Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Israel mempergantikan konflik dengan Lebanon melalui dialoga yang stabil antara IRELAND dan EIRAN. News

Israel mempergantikan konflik dengan Lebanon melalui dialoga yang stabil antara IRELAND dan EIRAN.

(SeaPRwire) - Israel memperluas serangan daratnya di Lebanon dengan invasi terluasnya ke negara itu dalam seperempat abad, sementara Hezbollah — sekutu regional Iran yang paling kuat — meningkatkan serangan terhadap Israel utara. Menurut militer Israel, Hezbollah menembakkan lebih dari 300 “proyektil” ke tentaranya di Lebanon dan ke Israel utara selama akhir pekan. Eskalasi terbaru ini telah menghancurkan gencatan senjata yang rapuh yang dideklarasikan setelah kelompok yang didukung Teheran itu menyerang Israel sebagai tanggapan atas perangnya terhadap Iran, yang diluncurkan bersama AS pada 28 Februari. Sebagai bagian dari operasi militer yang dimulai beberapa hari lalu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melintasi Sungai Litani dan berada di dekat Nabatieh yang mayoritas Syiah — salah satu kota terbesar di Lebanon selatan — yang digambarkan IDF sebagai benteng Hezbollah. “Saya telah menginstruksikan IDF untuk memperluas invasi di Lebanon. Pasukan kami telah melintasi Sungai Litani dan merebut wilayah strategis,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang mengutip perebutan punggung bukit Beaufort. Eskalasi hari Minggu terjadi di tengah kebuntuan yang tegang antara sekutu utama Israel, AS, dan Iran mengenai kesepakatan yang berpotensi membuka jalan bagi gencatan senjata permanen antara musuh bebuyutan tersebut. “Sekarang instruksi saya adalah memperdalam dan memperluas kendali kami atas tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hezbollah. Perebutan Beaufort adalah perubahan dramatis dalam kebijakan yang kami pimpin,” katanya, menambahkan bahwa apa yang disebut zona keamanan kini telah didirikan oleh Israel di Suriah, Gaza, dan Lebanon. Sebelumnya pada hari Minggu, Israel Katz, menteri pertahanan Israel, mengatakan IDF telah menancapkan bendera Israel di kastil bersejarah Beaufort dekat Nabatieh dan bahwa perluasan itu berarti “kehadiran permanen” di wilayah tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk kemajuan baru tersebut dan menyerukan gencatan senjata. “Tidak ada yang membenarkan eskalasi besar yang sedang berlangsung di Lebanon selatan,” katanya dalam sebuah unggahan di X. Serangan udara Israel sebagai tanggapan atas serangan baru oleh Hezbollah pada bulan Maret telah menghancurkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan dan ibu kota, Beirut, serta menewaskan sedikitnya 3.370 orang, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Baca Selengkapnya: Bagaimana Pertempuran Israel dengan Hezbollah Cocok dalam Perang Iran: Penjelasan Sejak akhir pekan, ribuan penduduk dari puluhan kota dan desa di Lebanon selatan telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka oleh IDF menjelang dorongan lebih dalam ke wilayah tersebut. Pengungsian ini memperparah situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan. Lebih dari 20 tentara Israel telah tewas serta empat warga sipil Israel. Banyak penduduk di komunitas dekat perbatasan dengan Lebanon telah meninggalkan rumah mereka. Sekolah-sekolah Israel di zona yang membentang 20 kilometer (12,427 mil) selatan perbatasan telah diinstruksikan untuk ditutup dan pembatasan telah diberlakukan pada pertemuan publik. AS menjadi tuan rumah putaran pembicaraan lainnya antara pejabat pemerintah Lebanon dan Israel, dalam negosiasi bersejarah yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan antara keduanya dan pada akhirnya mengarah pada perjanjian damai. Lebanon menuntut gencatan senjata total dan Israel menginginkan jaminan bahwa Hezbollah — yang telah menolak negosiasi dan tidak mengambil bagian di dalamnya — sepenuhnya dicabut dari Lebanon selatan. Baca selengkapnya: Warga Amerika Terluka di Kuwait saat Trump Mengirim Sinyal Campur Aduk tentang Perang Iran telah menuntut agar kesepakatan damainya sendiri dengan AS mencakup pengakhiran konflik di Lebanon, secara efektif mengaitkannya dengan nasib pertukaran diplomatik yang berlarut-larut dengan Washington. Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada minggu itu menyarankan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, tetapi tidak adanya pengumuman setelah pertemuan Ruang Situasi selama dua jam pada hari Jumat adalah sinyal bertentangan terbaru dari Gedung Putih mengenai prospek kesepakatan dengan Teheran. Netanyahu sangat kritis terhadap upaya AS sebelumnya untuk menengahi perjanjian dengan Republik Islam karena permusuhannya terhadap Israel. Dia telah menggunakan serangan militernya terhadap Iran untuk berulang kali mendesak warga Iran untuk bangkit melawan sistem teokratis yang memerintah negara mereka, tetapi rezim tersebut tetap utuh meskipun serangan udara Israel menewaskan puluhan pemimpin puncaknya, termasuk pemimpin tertingginya. Iran menutup Selat Hormuz yang vital sejak awal perang, mengganggu pasokan energi dari Teluk Persia dan mengakibatkan harga minyak melonjak. Pertukaran pesan antara Iran dan AS mengenai teks potensi nota kesepahaman masih berlangsung, dan kedua belah pihak mengusulkan perubahan, secara berkala, kata kantor berita semi-resmi Tasnim, yang memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam, tanpa mengutip siapa pun. Ditambahkan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai dan masih mungkin bahwa kesepakatan apa pun bisa runtuh. “Pembicaraan dan pertukaran pesan sedang berlangsung, dan sampai hasil yang pasti tercapai, tidak mungkin untuk menilai,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menurut Tasnim. “Semua yang dikatakan sekarang adalah spekulasi dan tidak boleh dianggap penting.” Baca selengkapnya: Netanyahu Mengatakan Israel Akan Memperluas Kendali Atas Jalur Gaza hingga 70% Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan negaranya tidak memilih perang ini dengan Israel dan bahwa negosiasi adalah alternatif yang paling murah. “Apakah negosiasi datang dengan hasil yang terjamin? Tentu saja tidak. Tapi itu adalah jalur yang paling murah bagi negara dan rakyat kami dibandingkan dengan alternatif hari ini,” kata Salam kepada wartawan di Grand Serail pada Sabtu malam. Israel juga mulai meningkatkan operasinya di Gaza dalam beberapa minggu terakhir saat bersiap untuk memperluas pendudukannya atas kantong Palestina yang hancur hingga 70% dari tanah, sejalan dengan arahan yang dikeluarkan oleh Netanyahu. Pemimpin Israel tidak memberikan kerangka waktu untuk perebutan tanah yang diperluas, yang akan semakin meregangkan militer Israel yang telah berperang selama dua setengah tahun terakhir. Konflik multi-front yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 adalah yang terpanjang dan termahal dalam sejarah Negara Yahudi dengan menelan biaya 405 miliar shekel ($144,5 miliar) hingga akhir tahun ini menurut Bank of Israel.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Film beranggaran rendah dari YouTuber kalahkan film besar ‘Star Wars’ di box office — ‘kita mungkin akan melihat ini sebagai titik balik nyata’

(SeaPRwire) - Penonton muda membanjiri bioskop-bioskop di seluruh negeri akhir pekan ini. Bukan untuk film beranggaran besar "Star Wars", "The Mandalorian and Grogu," yang justru merosot tajam di akhir pekan keduanya, melainkan untuk film horor anggaran kecil dari pembuat film pertama kali berusia 20 tahun yang dimulai dari internet. "Backrooms," dirilis oleh A24 di 3.442 lokasi di AS dan Kanada, meraup $81,5 juta yang menakjubkan dalam tiga hari pertama penayangannya di bioskop, menurut perkiraan studio pada hari Minggu. Itu hanya selisih beberapa ratus ribu dolar dari yang diperoleh "The Mandalorian and Grogu" dalam tiga hari pertama akhir pekan lalu; Dan "Backrooms," yang disutradarai dan ditulis bersama oleh kreator YouTube Kane Parsons, hanya membutuhkan biaya $10 juta untuk diproduksi. Kesuksesan luar biasa "Backrooms" bahkan tidak melukai "Obsession," yang juga merupakan debut penyutradaraan seorang YouTuber, Curry Barker, yang baru berusia 26 tahun. Tiga akhir pekan berjalan, "Obsession," film yang dibuat dengan biaya kurang dari $1 juta, masih belum turun di bawah pendapatan akhir pekan pembukaannya. Akhir pekan ini, film itu naik 10% dengan tambahan $26,4 juta untuk finis di posisi kedua, meninggalkan Star Wars, film waralaba legendaris dari sineas veteran dan Walt Disney Studios, di posisi ketiga dengan $25 juta. YouTube mungkin bukanlah akhir dari bioskop. Jika akhir pekan ini bisa menjadi indikasi, ia bisa menjadi harapan besar baru industri ini. Ini adalah akhir pekan di mana bioskop juga menyelenggarakan debut "The Breadwinner," komedi keluarga berrating PG yang dibintangi komedian populer Nate Bargatze, dan "Pressure," drama Perang Dunia II yang solid tentang 72 jam tegang sebelum D-Day dengan pemenang Oscar Brendan Fraser. Tapi para YouTuber berusia 20-an tahun itulah yang menarik kerumunan terbanyak. Dan baik "Backrooms" maupun "Obsession" diproduksi oleh Blumhouse-Atomic Monster. Abhijay Prakash, presiden Blumhouse-Atomic Monster mengatakan bahwa akhir pekan ini baik mengejutkan dan menjadi validasi bagi bisnis mereka, yang sejak awal memperjuangkan film horor orisinal yang menarik bagi penonton muda, dan telah menghasilkan lebih dari $10 miliar di box office hingga saat ini. Dia mencatat bahwa mereka telah berusaha mencari bakat-bakat baru yang muncul di YouTube dan, mengetahui bagaimana Hollywood bekerja, akhir pekan ini kemungkinan akan menginspirasi gelombang peniru. Namun di luar itu, dia terdorong oleh fakta bahwa para kreator muda yang sudah meraih kesuksesan besar secara online masih menghargai mata uang budaya dari film teater. "Ini adalah pertanda relevansi yang bagus bagi kami," kata Prakash. "Dengan sedikit jarak, kita mungkin akan melihat kembali ini sebagai titik balik yang nyata." "Backrooms" awalnya adalah creepypasta — legenda urban yang dihasilkan internet — sebelum Parsons mengubah konsepnya, tentang hamparan ruangan dan lorong-lorong membosankan dan menyedihkan yang tak berujung, menjadi serial web viral, yang dia buat dengan bantuan perangkat lunak grafis 3D sumber terbuka Blender. Itu menarik perhatian perusahaan produksi James Wan dan Shawn Levy yang tertarik untuk membawanya ke level berikutnya; Segera film sedang dikembangkan dengan Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve sebagai bintang. Ini bukan hanya hits domestik; Termasuk penayangan internasional, "Backrooms" telah meraup $118 juta secara global. A24 mengatakan Parsons kini menjadi sutradara termuda yang memiliki film No. 1 secara global. Ini juga pembukaan rekor untuk studio tersebut, yang sebelumnya tertinggi adalah "Civil War," yang dibuka dengan $25,5 juta pada 2024. Film berrating R ini mendapat ulasan bagus dari kritikus dan menarik kerumunan muda dan beragam ke bioskop. Menurut jajak pendapat keluar, 86% penonton berusia di bawah 35 tahun, lebih dari setengahnya di bawah 25 tahun dan 44% di bawah 21 tahun. Banyak yang menonton secara berkelompok dan ada laporan pertunjukan terjual habis, bioskop penuh sesak dan penonton berulang. Namun, penonton memberikannya nilai CinemaScore B- yang kurang cemerlang. Tapi buzz-nya masih menciptakan kegemparan dari segala usia, bahkan remaja, yang ingin menonton "Backrooms." Beberapa bioskop bahkan menempatkan karyawan di luar layar untuk memastikan bahwa siapa pun di bawah 21 tahun didampingi oleh orang dewasa. Hal yang sama berlaku untuk "Obsession" berrating R, yang kini telah meraup $104,7 juta di Amerika Utara, dan kini menjadi rilis domestik dengan pendapatan tertinggi Focus Features. Luis Olloqui, CEO Cinépolis USA, yang mengoperasikan 26 bioskop di seluruh negeri — sebagian besar adalah dine-in — mengatakan mereka melihat penjualan habis di banyak lokasi mereka untuk kedua film. "Kami sedikit khawatir mereka akan bersaing untuk penonton yang sama. Ternyata tidak," kata Olloqui. "Ini menunjukkan bahwa ketika kami memiliki konten yang tepat, orang dari segala usia bersedia pergi ke bioskop." "The Mandalorian and Grogu," sementara itu, turun sekitar 69% dari pembukaannya akhir pekan lalu. Film itu kini telah meraup $246,6 juta secara global. "Michael" mendarat di posisi keempat dengan $11,7 juta di akhir pekan keenamnya — biopik musikal itu telah meraup $339,9 juta secara domestik hingga saat ini. "The Breadwinner," dirilis oleh Sony, melengkapi lima besar dengan perkiraan $7,5 juta. "Pressure" dibuka di posisi ketujuh dengan $5,8 juta. Di luar 10 besar adalah film heist-romance "Tuner," yang diperluas ke 452 bioskop di akhir pekan keduanya, mendapatkan $1,7 juta yang solid. "Semua orang bertanya apa hal besar berikutnya di Hollywood untuk film, dan apa yang bisa membawa orang kembali ke bioskop? Dan ini mungkin jawabannya," kata Paul Dergarabedian, kepala tren pasar untuk Comscore. 10 Film Teratas berdasarkan Box Office Domestik Dengan angka domestik akhir dirilis hari Senin, daftar ini mempertimbangkan perkiraan penjualan tiket dari hari Jumat hingga Minggu di bioskop AS dan Kanada, menurut Comscore: 1. "Backrooms," $81,5 juta. 2. "Obsession," $26,4 juta. 3. "Star Wars: The Mandalorian and Grogu," $25 juta. 4. "Michael," $11,7 juta. 5. "The Breadwinner," $7,5 juta. 6. "The Devil Wears Prada 2," $5,9 juta. 7. "Pressure," $5,8 juta. 8. "The Sheep Detectives," $4,6 juta. 9. "Passenger," $2,6 juta. 10. "Mortal Kombat II," $2 juta.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

CEO-menuduh AI sebagai penyebab裁员,但一位麻省理工学院教授表示这符合长期存在的找借口模式。‘他们已经这么说了20年了’

(SeaPRwire) - Akhir minggu lalu, Wix bergabung dengan sejumlah perusahaan tech yang telah menyebut AI sebagai alasan untuk PHK, dan seorang ahli mengatakan pola ini mengungkapkan tren yang perusahaan enggan akui selama bertahun-tahun. Avishai Abrahami, CEO perusahaan pembuat website berbasis Israel, mengatakan dalam postingan di X bahwa Wix akan memotong sekitar 20% stafnya, atau sedikit lebih dari 1.000 orang berdasarkan jumlah karyawan terakhir 5.277 yang ditemukan dalam pengajuan Mei ke Securities and Exchange Commission. Saat mengumumkan PHK, Abrahami menyebutkan tekanan yang disebabkan oleh penguatan mata uang Israel, shekel, terhadap dolar AS bagi perusahaan. Namun dia juga menunjuk pada AI dan kebutuhan perusahaan untuk beradaptasi dengan zaman yang berubah. Saat diminta komentar, juru bicara Wix merujuk ke pengumuman PHK Abrahami. Dalam pengumumannya, Abrahami menyebut AI sebagai “pergeseran paling signifikan dalam cara perusahaan dibangun sejak penemuan bahasa pemrograman modern pada tahun 1970-an,” dan menambahkan bahwa Wix perlu beradaptasi “untuk menjadi organisasi yang lebih cepat, ramping, dan datar.” Bahasa ini menggemakan bahasa CEO Block Jack Dorsey, yang memulai tahun ini dengan mengumumkan 4.000 PHK untuk menciptakan tim “lebih kecil dan datar” dan “cara kerja baru.” Eksekutif di Snap dan Atlassian juga telah menggunakan kerangka serupa. Tren mendorong tim yang lebih kecil dan pekerja yang lebih produktif bukanlah hal baru. “Mereka telah mengatakan itu selama 20 tahun,” kata Paul Osterman, profesor emeritus manajemen sumber daya manusia di MIT Sloan School of Management dan penulis buku Disposable Workers: The Transformation of Employment. Osterman berpendapat bahwa yang baru adalah pengakuan diam-diam beberapa perusahaan bahwa mereka tidak ingin lebih banyak pekerja. Meskipun AI menciptakan beberapa tekanan pada perusahaan untuk berinovasi dan restrukturisasi, dia percaya mereka sebagian besar menggunakan AI sebagai penutup untuk PHK, sebuah fenomena yang disebut “AI washing,” yang memungkinkan perusahaan mengubah berita yang biasanya negatif menjadi prestasi positif yang menunjukkan mereka sedang berinovasi. Kadang ini berhasil. Setelah Cisco mengumumkan akan memecat 4.000 orang awal bulan ini, sahamnya naik 13%. “AI adalah alasan sempurna untuk membenarkan PHK besar,” Osterman mengatakan kepada . “Ini membuat seolah-olah bukan keputusan kita, kesalahan kita—ini adalah teknologi.” Demikian juga, perusahaan sering memecat karyawan yang akan mereka lepaskan pada saat resesi, yang berfungsi sebagai alasan penutup yang nyaman, tambahnya. Pada saat yang sama, lonjakan PHK terkait AI juga mungkin terkait dengan peningkatan jumlah “pekerja disposable,” yang menurut perkiraannya menyusun 35% tenaga kerja Amerika saat ini. Pekerja disposable ini, seperti kontraktor, freelancer, dan pekerja gig, disukai dalam beberapa kasus oleh majikan karena mereka dapat berkontribusi pada tujuan perusahaan, tetapi juga dapat dipecat kapan saja. Mempekerjakan jenis pekerja ini menghemat biaya perusahaan untuk manfaat dan juga memberi fleksibilitas untuk mengurangi atau menambah staf ketika kesempatan muncul, sesuatu yang mungkin bermanfaat karena AI, untuk parafrase eksekutif, mengubah cara kerja. Menurut hitungan terakhir Bureau of Labor Statistics dari 2023, ada 6,9 juta pekerja kontingen, seperti kontraktor atau pekerja sementara, dan mereka menyusun 4,3% tenaga kerja AS. Meskipun ini adalah perkiraan konservatif, ini adalah peningkatan dari 2017, ketika jenis pekerja ini menyusun 3,8% tenaga kerja. Meskipun tren memprioritaskan pekerja disposable daripada karyawan telah berkembang selama dekade, ini semakin intens, sebagian karena ketidakpastian yang diciptakan oleh AI, kata Osterman. Namun, penelitiannya menunjukkan bahwa kontraktor dan pekerja marginal menghadapi upah yang lebih rendah dan melaporkan kepuasan kerja yang lebih rendah daripada karyawan standar. Akibatnya, mereka juga kurang bersedia untuk melakukan lebih dari yang diharapkan untuk majikan mereka. Meskipun gambaran pekerjaan yang suram, Osterman menentang gagasan bahwa pekerja harus hanya menerima masa depan pekerjaan disposable. “Kami menciptakan sistem pekerjaan stabil dengan upah tinggi dan kemakmuran bersama di masa lalu,” katanya. “Itulah yang harus kita pikirkan untuk dilakukan sekarang.”Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Zohran Mamdani akan menghindari Pawai Hari Israel, melanggar tradisi puluhan tahun bagi walikota NYC News

Zohran Mamdani akan menghindari Pawai Hari Israel, melanggar tradisi puluhan tahun bagi walikota NYC

(SeaPRwire) - Wali Kota New York City Zohran Mamdani tidak akan menghadiri parade tahunan yang menghormati Israel pada hari Minggu, memutuskan tradisi politik yang telah berlangsung puluhan tahun karena dukungannya terhadap hak-hak Palestina. Meskipun telah dikenal dengan nama yang berbeda selama bertahun-tahun, parade Hari Israel selalu menjadi acara wajib hadir bagi para wali kota, gubernur, dan pemimpin politik lainnya yang ingin memenangkan hati kerumunan orang yang melambaikan bendera yang berkumpul di Fifth Avenue untuk merayakan kelahiran negara Yahudi pada tahun 1948. Tidak demikian halnya dengan Mamdani. Dua minggu lalu, kantor wali kota merilis video yang memperingati Nakba, kata Arab untuk “bencana” yang digunakan untuk menggambarkan pengungsian sekitar 700.000 warga Palestina selama perang Arab-Israel tahun 1948 yang menyusul berdirinya Israel. “Saya mengatakan saat kampanye bahwa saya tidak akan menghadiri parade, dan saya telah menjelaskan pandangan saya tentang pemerintah Israel dengan sangat jelas,” kata Mamdani pada konferensi pers Kamis. Namun, ia juga menjanjikan kehadiran polisi yang kuat untuk memastikan acara tersebut berjalan “lancar dan damai.” “Meskipun saya tidak akan hadir, pemerintahan kami telah mempersiapkan selama berminggu-minggu untuk memastikan parade ini aman bagi semua yang berpartisipasi,” katanya. Komisaris polisi kota, Jessica Tisch, yang beragama Yahudi, mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan hadir. “Ini adalah keputusan wali kota untuk tidak berbaris, dan ini adalah keputusan saya untuk berbaris dengan bangga,” katanya saat berdiri di samping Mamdani di markas polisi. Ketidakhadiran wali kota, meskipun sudah lama diperkirakan, telah memberikan bahan bakar baru bagi para penentang yang menganggap kritiknya terhadap pemerintah Israel sebagai antisemit. Rabi Marc Schneier, rabi senior pendiri The Hampton Synagogue di Long Island dan presiden Foundation for Ethnic Understanding, yang mengadvokasi hubungan yang lebih baik antara Yahudi dan Muslim, menyebut keputusan Mamdani untuk tidak menghadiri parade itu “tamparan di wajah semua warga Yahudi New York.” “Tolonglah kami, tetaplah di rumah,” katanya. “Kami tidak membutuhkanmu. Kami tidak menginginkanmu.” Schneier juga mengecam video Nakba Mamdani sebagai “propaganda,” menggemakan kekhawatiran dari para pemimpin Yahudi lainnya yang mengatakan bahwa video tersebut tidak menyertakan konteks tentang pengungsian orang-orang Yahudi selama periode tersebut. Video tersebut, yang tampaknya merupakan pengakuan pertama dari seorang wali kota New York City yang sedang menjabat, menampilkan kisah seorang wanita yang mengungsi pada usia 9 tahun, diselingi dengan teks tentang Nakba, saat ia menggambarkan perasaan rindu rumah, mengatakan “bukit-bukit lembut Palestina itulah yang benar-benar menyentuh saya.” “Saya telah tinggal di berbagai tempat, dan saya selalu menjadi orang luar,” kata wanita itu, Inea Bushnaq. Para pendukung Israel marah, mengatakan bahwa video tersebut seharusnya mengakui pengungsian massal orang Yahudi dari negara-negara mayoritas Muslim atau peran pembantaian massal orang Yahudi dalam Holocaust dalam upaya mendirikan negara Yahudi. Para wali kota di New York City, yang memiliki populasi Yahudi terbesar di Amerika, telah lama menjadi pendukung Israel yang terlihat jelas, sering mengunjungi negara tersebut. Dukungan terhadap Israel di kalangan warga Amerika telah sangat terkikis dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren yang dipercepat di tengah protes atas tindakan militer Israel di Gaza. Mamdani, wali kota Muslim pertama di kota itu, tetap teguh dalam advokasi pro-Palestinanya. Ia mengatakan ia percaya Israel memiliki hak untuk eksis tetapi tidak sebagai hierarki yang menguntungkan warga Yahudi. Secara bersamaan, ia telah berjanji untuk melindungi warga Yahudi New York dan menyoroti pekerjaan Office to Combat Antisemitism kota itu.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Aktivitas pabrik Cina benar-benar rata sambil analis merumus terhadap dampak nyata dari Perang Iran News

Aktivitas pabrik Cina benar-benar rata sambil analis merumus terhadap dampak nyata dari Perang Iran

(SeaPRwire) - Aktivitas pabrik China stagnan pada bulan Mei, menurut survei resmi yang dirilis Minggu, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh lagi perekonomian negara itu dapat melindungi diri dari dampak perang Iran yang sedang berlangsung dan tekanan pada permintaan. Indeks manajer pembelian manufaktur resmi moderat menjadi 50 dari 50,3 pada bulan April, menurut Biro Statistik Nasional. Diukur pada skala antara 0 dan 100, pembacaan PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara pembacaan di bawah 50 mencerminkan kontraksi. Sub-indeks pesanan baru turun menjadi 49,9 dari 50,6 pada bulan April, sementara sub-indeks produksi sedikit turun menjadi 51,2 dari 51,5 pada bulan April. Sub-indeks stok bahan baku turun menjadi 48,6 dari 49,3 pada bulan April. China telah kurang terpengaruh oleh kejutan energi global dari perang Iran dibandingkan banyak negara lain, yang menghadapi tekanan inflasi karena harga minyak melonjak akibat penutupan Selat Hormuz, tempat seperlima minyak dunia dikirim di masa damai. Analis mengatakan cadangan minyak China yang melimpah dan sumber energi yang terdiversifikasi telah membantu perekonomian terbesar kedua di dunia ini melewati perang hampir tanpa cedera. “Meskipun krisis energi tetap menjadi hambatan dominan bagi Asia, China relatif lebih terlindungi mengingat pengaturan keamanan energinya yang kuat,” tulis Frederic Neumann, Chief Asia Economist di bank HSBC, dalam catatan riset minggu lalu. Sementara itu, ekspor tetap menjadi kunci bagi perekonomian China yang lebih luas, kata HSBC. Meskipun ekspor China ke Amerika Serikat telah turun dari tahun ke tahun selama sebagian besar bulan dalam setahun terakhir, ekspor globalnya tetap kuat, terutama ke Eropa dan Asia Tenggara. Harapan untuk pemulihan ekspor ke AS telah meningkat setelah pertemuan puncak Presiden Donald Trump dengan pemimpin China Xi Jinping di Beijing pada pertengahan Mei, dan setelah kedua negara sepakat untuk membentuk dewan perdagangan dan investasi terpisah. Ekspor terkait otomotif, teknologi, dan kecerdasan buatan telah membantu mendorong pertumbuhan ekspor, tetapi beberapa ekonom juga menyoroti kekhawatiran tentang perekonomian yang lebih luas. Permintaan domestik tetap lesu setelah penurunan sektor properti selama bertahun-tahun yang telah menghantam kepercayaan konsumen dan investasi. “Permintaan domestik tertinggal, tetapi manufaktur kelas atas dan ekspor menahan diri,” tulis Robin Xing, Chief China Economist di Morgan Stanley, dalam catatan riset minggu lalu. Para pemimpin China telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 4,5% hingga 5% untuk tahun ini. Itu adalah target terendah sejak 1991, meskipun hanya sedikit lebih rendah dari target "sekitar 5%" yang ditetapkan pada tahun 2025. Morgan Stanley mengatakan China kemungkinan masih akan mencapai targetnya pada tahun 2026, tetapi harga minyak dan meredanya ketidakpastian pasokan minyak global akan menjadi faktor kunci yang menentukan arahnya.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Para bos perusahaan minyak memperingatkan harga akan melonjak dalam hitungan minggu seiring persediaan mendekati level terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya — ‘Maksud saya level yang benar-benar, benar-benar rendah’

(SeaPRwire) - Dua perusahaan minyak terbesar AS bergabung dengan kian banyaknya suara yang membunyikan alarm tentang malapetaka yang segera dihadapi pasar global. Dengan Selat Hormuz yang masih efektif tertutup, negara-negara konsumen minyak teratas telah dengan cepat menguras cadangan mereka, membantu menahan harga minyak mentah. Namun Wakil Presiden Senior Exxon Neil Chapman memperingatkan dalam sebuah konferensi industri pada Kamis bahwa penarikan seperti itu tidak dapat berlanjut tanpa batas. "Kita mendekati level persediaan yang belum pernah terdengar," katanya, menurut CNBC. "Maksud saya level yang sangat, sangat rendah. Anda bisa memperdebatkan apakah itu akan mencapai level yang sangat rendah itu dalam dua minggu atau tiga minggu. Begitu Anda mencapai titik itu, maka Anda akan melihat harga melonjak." Untuk saat ini, pembicaraan gencatan senjata AS-Iran masih buntu sementara Selat Hormuz tetap menjadi jalur air yang diperebutkan. Itu terlihat pada Sabtu, ketika pasukan AS menembakkan rudal ke pelanggar blokade untuk melumpuhkannya setelah mengabaikan peringatan berulang kali. Iran juga terus melakukan serangan terhadap kapal komersial yang berusaha menyeberangi selat tanpa izinnya, meskipun AS memandu lebih banyak kapal menuju keamanan. AS telah melepas sekitar 50 juta barel dari Cadangan Minyak Strategisnya sejak perang dengan Iran dimulai, menyebabkan stok turun 12% menjadi 365 juta barel, terendah sejak April 2024. Tapi di pusat minyak regional kunci seperti Cushing, Oklahoma—tempat harga minyak mentah West Texas Intermediate ditetapkan—situasinya lebih mengerikan. Data dari Kpler menunjukkan bahwa persediaan di sana telah turun dari 33 juta barel hampir dua bulan lalu menjadi sekitar 24,5 juta, mendekati level operasional terendah sekitar 20 juta barel. JPMorgan telah memperkirakan bahwa persediaan minyak komersial di dunia maju dapat "mendekati level stres operasional" pada awal Juni. Capital Economics mengatakan stok di ekonomi teratas dapat mencapai "level kritis rendah" pada akhir Juni. "Saya tidak tahu, apakah itu dua hingga tiga minggu atau tiga hingga empat minggu," kata Chapman dari Exxon pada Kamis. "Apa yang sebenarnya saya katakan adalah, begitu Anda mencapai level persediaan minimum dan level persediaan terendah sepanjang masa, hanya ada satu arah untuk pergi." Penyimpanan Cadangan Minyak Strategis di lokasi Bryan Mound terlihat pada 19 Oktober 2022 di Freeport, Texas. Brandon Bell/Getty Images Demikian pula, CEO Chevron Mike Wirth mengatakan dalam konferensi yang sama pada Kamis bahwa harga minyak kemungkinan akan segera melonjak karena "peredam kejut" pasar telah terkuras, melemahkan kemampuannya untuk terus menyerap gangguan. "Dalam beberapa minggu ke depan, kemungkinan besar kita akan melihat tekanan-tekanan itu mengalir lebih langsung ke harga fisik dan ada lebih banyak tekanan ke atas yang saya harapkan saat kita memasuki Juni dan tentu saja Juli," tambahnya, menurut Financial Times. Ketika selat pertama kali ditutup setelah AS dan Israel melancarkan perang mereka terhadap Iran, analis memperkirakan harga minyak mentah bisa melonjak setinggi $200 per barel. Itu belum terjadi karena pelepasan besar-besaran dari cadangan minyak memperlunak dampaknya. Pada saat yang sama, AS untuk sementara meringankan sanksi atas pasokan dari Iran dan Rusia, sementara negara-negara di Asia mulai menjatah. Wirth mengakui bahwa harga minyak belum naik sebanyak yang diharapkan orang, tetapi mengatakan dia mengharapkan pemerintah untuk fokus membangun kembali cadangan sebagai "asuransi" terhadap guncangan di masa depan, menambah permintaan dan memberikan tekanan ke atas pada harga. "Kemungkinan bahwa guncangan lain sudah dekat adalah sesuatu yang harus diingat oleh pembuat kebijakan... berapa lama mereka ingin mengambil risiko sebelum mereka mengisi kembali persediaan adalah pertanyaan yang saya pikir akan kita lihat harus dihadapi oleh pembuat kebijakan," jelasnya. Karen Young, peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Columbia, mengatakan skenario terbaik adalah aliran minyak kembali dalam 60 hari. Tapi skenario yang lebih mungkin adalah mereka kembali secara tidak menentu, menyeret garis waktu hingga tahun depan. Akibatnya, pasar harus menghadapi dampak dari penipisan persediaan dan gangguan industri, katanya dalam sebuah postingan di X pada Jumat. "Normal baru adalah lingkungan harga energi yang lebih tinggi hingga permintaan menurun," tambah Young. "Normal regional baru adalah lingkungan ancaman konstan, pengalihan dan redundansi infrastruktur yang mahal, risiko kekerasan asimetris, dan negara pengawasan keamanan yang mengeras. Bukan resep untuk pertumbuhan atau kepercayaan. Guncangan pasokan ke guncangan harga ke penyeimbangan sistemik sedang berlangsung."Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Beberapa musisi mengatakan mereka dibohongi tentang ‘Great American State Fair’ dan keluar dari acara. Jadi Trump akan menggantikan sebagai bintang utama

(SeaPRwire) - Sebuah perayaan mendatang untuk peringatan 250 tahun Amerika, “The Great American State Fair,” baru-baru ini mendapati beberapa tamu musisi mengundurkan diri, sebagian karena hubungan acara tersebut dengan Presiden Donald Trump. Kini, Trump sendiri dijadwalkan menjadi penampil utama dalam perayaan tersebut, kata penyelenggara pada hari Sabtu. “Saya mengerti para seniman merasa 'gugup' terkait penampilan mereka,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social, pada hari Sabtu, seraya menambahkan bahwa ia berpikir untuk membawa “pria yang menurut sebagian orang adalah Presiden Terhebat dalam Sejarah (THE GOAT!), DONALD J. TRUMP, untuk menggantikan para 'Seniman' kelas tiga yang dibayar mahal ini.” Kelompok yang mengorganisir pameran bulan Juni di National Mall Washington, Freedom 250, mengonfirmasi jadwal tersebut dalam sebuah pernyataan, dengan menulis, “kami sangat antusias untuk mengumumkan bahwa Presiden Trump secara pribadi akan memulai perayaan bersejarah ini pada hari Rabu, 24 Juni.” Unggahan media sosial Trump dua kali menyebutkan bahwa ia akan mengadakan rapat umum pada “hari Rabu,” tanpa tanggal yang spesifik. Gedung Putih tidak segera memberikan klarifikasi mengenai ketidaksesuaian tersebut. Danielle Alvarez, juru bicara Freedom 250, menekankan bahwa pameran yang lebih luas, yang dijadwalkan berlangsung dari 25 Juni hingga 10 Juli, mencakup berbagai pameran, atraksi ramah keluarga, pertunjukan musik, atraksi udara, dan banyak lagi. Freedom 250 disebut sebagai organisasi nonpartisan, namun diluncurkan tahun lalu oleh Trump dan dipimpin oleh mantan pejabat yang ditunjuk Departemen Luar Negeri dari masa jabatan pertama Trump. Beberapa artis, termasuk Bret Michaels, the Commodores, dan Martina McBride, mengundurkan diri minggu lalu. Michaels dan artis lainnya mengatakan bahwa mereka disesatkan mengenai tema acara tersebut atau merasa khawatir terjebak dalam pertarungan politik. McBride, dalam sebuah pernyataan di Instagram, mengatakan bahwa ia telah “diberikan kesempatan untuk tampil di acara nonpartisan, namun ternyata menyesatkan.” Artis lain berencana untuk tetap hadir, termasuk Flo Rida, Fab Morvan dari Milli Vanilli, dan Vanilla Ice. Perwakilan dari rapper “Ice Ice Baby” tersebut sebelumnya mengatakan bahwa sang rapper “bangga dapat membantu merayakan Peringatan 250 Tahun Amerika!”Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
SoftBank berencana melakukan investasi hingga €75 miliar di pusat-pusat AI Prancis News

SoftBank berencana melakukan investasi hingga €75 miliar di pusat-pusat AI Prancis

(SeaPRwire) - SoftBank Group Corp. berencana menginvestasikan hingga €75 miliar ($87 miliar) untuk membangun kapasitas pusat data kecerdasan buatan sebesar 5 gigawatt di Prancis, dengan menyatakan negara tersebut siap menjadi hub infrastruktur AI terkemuka di Eropa. Tahap pertama terdiri dari investasi awal sebesar €45 miliar untuk menghadirkan kapasitas pusat data AI sebesar 3,1 gigawatt di region Hauts-de-France pada 2031, demikian pernyataan SoftBank pada Sabtu. Komitmen ini, yang disebut SoftBank sebagai investasi infrastruktur AI terbesarnya di Eropa, mencerminkan diplomasi pribadi antara Emmanuel Macron dan pendiri SoftBank Masayoshi Son, yang bertemu selama kunjungan presiden Prancis tersebut ke Jepang tahun ini. Bloomberg telah melaporkan bahwa Son melontarkan gagasan SoftBank berinvestasi hingga $100 miliar di Prancis. Investor asal Jepang itu, yang terbiasa menangani pertanyaan serupa dari para pemimpin perusahaan, tertarik dengan pendekatan yang dilakukan langsung oleh seorang kepala negara dan mulai meninjau masalah tersebut dengan sungguh-sungguh. Baca Selengkapnya: SoftBank dalam Pembicaraan untuk Proyek Pusat Data Besar di Prancis "Saya sangat terkesan dengan fakta bahwa Emmanuel Macron begitu berkomitmen secara pribadi untuk memastikan kesuksesan ekonomi Prancis, meskipun investasi kami sejauh ini terkonsentrasi terutama di AS, serta di Jepang dan Asia," ungkap Son seperti dikutip media Prancis La Tribune dalam sebuah wawancara. Investasi awal SoftBank berencana menghadirkan pusat data di Dunkirk, Bosquel, dan Bouchain. SoftBank juga berencana mengembangkan situs tambahan di seluruh Prancis, "memperkuat peran negara tersebut sebagai hub Eropa terkemuka untuk infrastruktur digital generasi berikutnya," menurut pernyataan perusahaan. Schneider Electric SE mengatakan siap menjadi mitra di Dunkirk, dengan tujuan menciptakan hub untuk infrastruktur AI dan manufaktur robotika di lokasi yang strategis untuk melayani pelanggan di London, Brussels, dan Amsterdam. Macron dan Son diperkirakan akan secara resmi mengumumkan investasi tersebut selama Choose France Summit, pertemuan tahunan para pemimpin industri untuk menarik investasi dan mempromosikan daya tarik bisnis Prancis. Rencana Prancis ini menyusul pengumuman SoftBank pada Maret untuk meluncurkan proyek pusat data skala besar di Ohio, yang berpotensi menyalurkan $500 miliar untuk memasang kapasitas 10 gigawatt. Kompleks komputasi AI itu akan ditenagai oleh listrik berbahan bakar gas alam senilai sekitar $33 miliar. Usaha-usaha ini ditambah dengan inisiatif Stargate senilai $500 miliar yang sedang dikerjakan SoftBank bekerja sama dengan OpenAI, Oracle Corp., dan MGX Abu Dhabi untuk menggelar pusat data di seluruh AS. SoftBank juga telah berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari $60 miliar di OpenAI untuk kepemilikan saham sekitar 13%. Upaya ini menyoroti ambisi Son yang semakin besar untuk mengamankan basis pusat data di lokasi-lokasi utama di seluruh dunia seiring perusahaan-perusahaan AI bersaing untuk memperoleh daya komputasi yang cukup dan memenuhi permintaan yang meningkat atas layanan mereka. Bagi SoftBank, usaha baru ini dapat membantu memperluas sumber pendapatan terkait AI di luar ChatGPT. Ada pertanyaan tentang apakah Son dapat mengakses pembiayaan yang cukup untuk mewujudkan semua ambisi AI-nya. SoftBank mengurangi rencana untuk pinjaman margin $10 miliar yang dijamin oleh kepemilikan saham OpenAI setelah menghadapi keraguan dari beberapa kreditor, lapor Bloomberg. Konglomerat Jepang itu dan para bankir yang membantunya mencari pinjaman tersebut disebutkan menargetkan jumlah serendah $6 miliar. Macron telah menjadi pendukung vokal bagi negara-negara di luar AS dan China untuk membangun infrastruktur AI mereka sendiri, mengadvokasi gagasan AI berdaulat dan investasi dalam pemain lokal seperti Mistral AI agar negara-negara dapat mengendalikan data dan teknologi mereka.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

‘Jangan jadi diri sendiri’ di tempat kerja, sebenarnya, kata profesor Columbia. Ini mengapa keaslian dianggap ‘overrated’

(SeaPRwire) - “Just be yourself” mungkin merupakan saran yang sering diberikan, tetapi tidak akan membawa Anda ke arah yang benar sebagai pemimpin di tempat kerja, menurut seorang profesor psikologi bisnis. Meskipun autentisitas telah dikaitkan dengan peningkatan harga diri, hal itu juga dapat menghambat kemampuan pemimpin untuk mengetahui kapan harus berhenti mempertahankan nilai pribadi dan mulai mempertahankan tim mereka, kata Tomas Chamorro-Premuzic, profesor psikologi bisnis di University College London dan profesor tambahan Columbia University, dalam bukunya Don’t Be Yourself: Why Authenticity Is Overrated (and What to Do Instead). “Merasa autentik tidak sama dengan dianggap berbakat atau kompeten oleh orang lain,” tulis Chamorro-Premuzic dalam bukunya, cuplikan dari buku itu diadaptasi untuk Harvard Business Review online. “Meskipun ada manfaat subjektif dari autentisitas, menjadi diri sendiri tidak berarti menjadi rekan kerja atau pemimpin yang lebih baik.” Gerakan kembali ke kantor memicu debat tidak hanya tentang keseimbangan kerja-hidup tetapi juga tentang bagaimana mengintegrasikan atau memisahkan kehidupan pribadi dan profesional, dan debat ini sangat relevan untuk tenaga kerja Gen Z yang sedang muncul, yang menurut manajer sangat kekurangan keterampilan lunak yang dibutuhkan untuk berkembang di tempat kerja. Generasi yang menolak kode pakaian tradisional dan memanfaatkan “Gen Z stare” mungkin mewakili autentisitas, tetapi beberapa orang berpendapat bahwa hal itu menghambat mereka. Suzy Welch, jurnalis bisnis dan profesor tambahan di New York University’s Stern School of Business, bahkan mengungkapkan apakah pekerja level entry adalah “tidak dapat dipekerjakan” karena kesenjangan antara harapan tempat kerja generasi itu dan tuntutan majikan. Siapa saja suara dalam debat autentisitas? Pemimpin di tempat kerja telah menjelaskan posisi anti-autentisitas mereka dengan jelas. Investor miliarder Marc Andreessen mengatakan pada tahun 2024 bahwa karyawan harus “tinggalkan diri Anda sepenuhnya di rumah di mana ia seharusnya dan bertindak seperti profesional dan orang dewasa di tempat kerja dan di publik,” sementara mantan agen U.S. Secret Service Evy Poumpouras berpendapat bahwa Anda tidak boleh membawa diri autentis Anda ke tempat kerja karena dapat menghambat kerja tim. Para pemimpin pemikiran telah sepakat tentang pentingnya membatasi transparansi karena gagasan “bawa seluruh diri Anda ke tempat kerja” telah banyak diperdebatkan dan dievaluasi ulang dalam beberapa tahun terakhir. Kolumnis Opini New York Times Pamela Paul, yang terkenal di internet karena pendapatnya yang kontroversial (center-left), menulis pada tahun 2022 bahwa beberapa karyawan mungkin tidak ingin merasakan tekanan di tempat kerja untuk mengungkapkan informasi tentang kehidupan pribadi mereka dan bahwa upaya untuk menciptakan tempat kerja “autentik” seringkali melanggar tujuan kerja bagi banyak orang, yaitu untuk mendapatkan gaji. Penulis dan kritikus Jodi-Ann Burey, dalam bukunya tahun 2025 Authentic: The Myth of Bringing Your Full Self to Work, bahkan menyebut autentisitas di tempat kerja sebagai mitos karena itu ada dalam sistem yang menghukum kelompok seperti orang berwarna kulit dan wanita, yang mungkin menyimpang dari norma tempat kerja. Chamorro-Premuzic membawa argumen melawan autentisitas di tempat kerja ke arah yang berbeda. Ini bukan tentang memisahkan pribadi dari profesional; ini tentang mengidentifikasi strategi yang membuat Anda lebih baik dalam memimpin di tempat kerja Anda. Dalam meta-analisis tahun 2023 yang dipimpin oleh University of Reading dari 55 studi tentang self-monitoring dan kepemimpinan, peneliti menemukan bahwa mengelola kesan diri sendiri kepada orang lain—berlawanan dengan perasaan mempertahankan rasa autentisitas—berhubungan dengan efektivitas kepemimpinan yang lebih besar baik untuk tugas maupun pembangunan hubungan. Dengan kata lain, menjadi seperti bunglon dan beradaptasi dengan karyawan yang berbeda dan skenario tempat kerja dapat lebih efektif daripada memiliki seperangkat nilai dan strategi yang statis. “Bahkan jika merasakan autentik terasa bagus, Anda lebih mungkin menjadi pemimpin yang efektif jika Anda fokus pada kepuasan orang lain dan menyesuaikan perilaku Anda sesuai dengan apa yang dibutuhkan situasi,” kata Chamorro-Premuzic. “Jadi, bukan autentisitas, tetapi mengetahui di mana hak untuk menjadi Anda berakhir dan kewajiban Anda kepada orang lain dimulai, yang membuat Anda efektif di lingkungan kerja.” Apa itu paradoks autentisitas? Meskipun penelitian empiris mendukung pemikiran Chamorro-Premuzic tentang mengutamakan adaptasi kepada orang lain versus merasa baik tentang nilai-nilai sendiri, dia mengakui bahwa ini bukan pergeseran yang intuitif. Untuk memahami lebih baik mengapa autentisitas harus didesentralisasikan di tempat kerja, terbaiknya mempertimbangkan bagaimana autentisitas itu dapat dipersepsikan oleh orang lain, katanya: Meskipun Anda mungkin melihat membuat lelucon kasar sebagai menunjukkan rasa humor Anda kepada rekan tim, kenyataannya adalah Anda mungkin membangun reputasi di tempat kerja sebagai orang yang tidak peka. Jika Anda terlalu banyak berbagi apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi Anda, itu dapat menghilangkan kepercayaan karyawan pada kemampuan Anda untuk memimpin dengan jernih. “Untuk menavigasi keseimbangan yang rumit ini secara efektif, Anda perlu memanfaatkan kematangan psikologis yang diperlukan untuk menyadari bahwa hanya karena Anda ingin mengatakan sesuatu tidak berarti Anda harus melakukannya,” kata Chamorro-Premuzic. Banyak pemimpin sudah membuat keputusan kecil ini setiap hari dalam apa yang mereka posting di media sosial, kirim dalam email, atau diskusikan di sekitar water cooler. Tetapi keputusan kecil ini sebenarnya bukan cara memimpin yang tidak tulus, catat Chamorro-Premuzic. Ini adalah cara untuk mengembangkan intuisi yang orang mungkin lihat sebagai bentuk autentisitasnya sendiri. “Ironinya, dengan mendisiplinkan atau mengedit autentisitas kita, kita sebenarnya bisa tampak lebih dapat dipercaya dan kompeten kepada orang lain,” katanya. Versi cerita ini diterbitkan di .com pada 9 Oktober 2025. Lebih banyak tentang saran karier: CEO McDonald’s berbagi saran karier tough love yang dia berikan kepada Gen Z dan pekerja milenial muda: ‘Tidak ada yang peduli dengan karier Anda’ Miliarder Vinod Khosla mengatakan ‘ikuti passion Anda’ adalah saran karier buruk untuk anak-anak saat ini—but could be the best in 15 years Scott Galloway mengatakan kunci untuk mendapatkan pekerjaan adalah menjadi sesosial mungkin: ‘70% dari waktu, orang yang mereka pilih adalah seseorang dengan pendukung internal’ Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Anak Warren Buffett, Peter, tidak mengetahui ayahnya adalah miliarder sampai usia 20-an—dia mengetahuinya dari daftar orang kaya

(SeaPRwire) - Putra Warren Buffett, Peter, baru mengetahui ayahnya adalah miliarder ketika ia berusia 20 tahunan—dan ia mengetahuinya dengan cara yang sama seperti seluruh dunia: melihat nama ayahnya di daftar orang terkaya di Amerika Serikat. "Saya tidak bercanda. Ketika saya berusia 20 tahunan, saya dan ibu saya pernah berbicara mengenai hal ini, karena nama ayah ada di daftar tersebut," kenang Peter yang kini berusia 68 tahun, dalam wawancara tahun 2013 dengan Forbes yang melibatkan Peter dan Warren Buffett. "Kami pun menertawakan hal itu, karena kami berkata, 'Wah, lucu sekali ya? Kita tahu siapa diri kita, tapi sekarang semua orang memperlakukan kita secara berbeda.'" Ini adalah pengakuan yang ironis mengenai salah satu tokoh paling terkenal di dunia. Mantan CEO Berkshire Hathaway ini pernah menjadi orang terkaya di dunia, yang terkenal karena menggulingkan Bill Gates dari posisi teratas pada tahun 2008—namun salah satu orang terdekatnya tidak mengetahuinya sama sekali. Peter adalah anak bungsu dari tiga anak Warren Buffett dengan istri pertamanya, Susan Alice Buffett. Peter adalah musisi, komposer, penulis, dan filantropis Amerika yang telah memenangkan Penghargaan Emmy regional, menjadi penulis buku terlaris New York Times, dan menjabat sebagai ketua bersama NoVo Foundation. Namun Peter ingat bahwa percakapan dengan ibunya itu hanya memberi sedikit dampak pada pandangan atau persepsinya tentang keluarganya. "Ini adalah perubahan yang menarik, meskipun tidak terlalu besar karena kami tidak hidup di lingkungan atau kerangka budaya di mana banyak kekayaan dipamerkan," ujar Peter. "Teman-teman kami sama terkejutnya seperti saya." Warren Buffett mendukung pernyataan putranya, mengatakan bahwa ketika anak-anaknya mengetahui seberapa kaya mereka, mereka telah membentuk kepribadian dan jalur hidup mereka sendiri. "Anak-anak saya sudah terbentuk karakternya pada saat itu, mereka tahu siapa teman-teman mereka, dan teman-teman mereka berteman karena menyukai mereka, bukan karena mereka adalah anak orang kaya di lingkungan itu atau hal semacamnya," ujar Warren Buffett. Berapa kekayaan Warren Buffett pada tahun 2026? Meskipun Warren Buffett kini bukan lagi orang terkaya di dunia, ia tetap merupakan seorang miliarder, dengan kekayaan sekitar 142 miliar dolar AS, menjadikannya orang terkaya ke-12 di dunia. Namun demikian, Buffett tidak pernah menjadi orang yang suka menyombongkan kekayaan—dan itu bukan cara ia mendefinisikan kesuksesan. "Kehebatan tidak didapat dari mengumpulkan sejumlah besar uang, sejumlah besar publisitas atau kekuasaan besar di pemerintahan," tulis Buffett dalam surat pemegang saham terakhirnya untuk Berkshire Hathaway yang diterbitkan pada bulan November. Pria berusia 95 tahun yang dijuluki "Oracle of Omaha" ini, yang dikenal sebagai salah satu investor tersukses sepanjang masa, juga menjalani hidup yang sangat hemat. Ia makan di McDonald's, mengendarai mobil tua yang sudah aus, dan masih tinggal di rumah sederhananya di Nebraska yang ia beli hanya seharga 31.500 dolar AS pada tahun 1958. Plat nomornya pernah bertuliskan "THRIFTY". Sebaliknya, ia mengatakan bahwa ia mengutamakan membantu orang lain menggunakan kekayaannya, yang pada akhirnya akan diwariskan kepada anak-anaknya, yang akan menggunakannya untuk organisasi filantropi masing-masing. "Ketika kamu membantu seseorang dengan ribuan cara yang ada, kamu membantu dunia," tulis Buffett. "Kebaikan tidak memerlukan biaya, namun juga tak ternilai harganya. Terlepas dari apakah kamu beragama atau tidak, Aturan Emas (The Golden Rule) sangat sulit dikalahkan sebagai panduan berperilaku…Ingatlah bahwa petugas kebersihan adalah manusia yang sama martabatnya dengan seorang ketua dewan." Versi cerita ini pertama kali diterbitkan di .com pada 17 Januari 2026.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Sebagai bagian dari pemulihan Citi, Jane Fraser memangkas lapisan manajemen dari 13 menjadi 8. Namun ‘perataan besar-besaran’ ini tidak selalu berjalan sesuai rencana News

Sebagai bagian dari pemulihan Citi, Jane Fraser memangkas lapisan manajemen dari 13 menjadi 8. Namun ‘perataan besar-besaran’ ini tidak selalu berjalan sesuai rencana

(SeaPRwire) - Ketika Mike Mayo, analis senior di Wells Fargo Securities, merefleksikan pemulihan yang direkayasa CEO Jane Fraser di Citi, satu keputusan menonjol: restrukturisasi bank menjadi lima divisi yang melapor langsung kepadanya. “Ketika Anda melihat kembali dalam 10 tahun, Anda kemungkinan akan mengatakan ini adalah perubahan paling kuat yang dibuat di Citi,” katanya. Sekarang, Mayo mengatakan kepada saya untuk profil Fraser dalam edisi saat ini dari , “tidak ada tempat untuk bersembunyi.” Ada lebih sedikit sudut gelap di tingkat bawah perusahaan juga. Sebagai bagian dari perombakan, Fraser memangkas lapisan manajemen Citi dari 13 menjadi delapan, langkah yang dia katakan pada saat itu akan menghasilkan “perusahaan yang lebih sederhana yang dapat beroperasi lebih cepat, melayani klien kami dengan lebih baik, dan membuka nilai bagi pemegang saham kami.” Sejauh ini, sulit untuk membantah hasilnya. Fraser telah lima tahun menjalankan rencananya untuk membentuk kembali bank yang telah lama menjadi pecundang di Wall Street. Pada bulan April, Citi mencatat pendapatan kuartalan tertinggi dalam satu dekade, dengan kelima divisi mencatat keuntungan. Pengembalian ekuitas biasa berwujud bank mencapai 13,1% pada kuartal pertama, tertinggi sejak 2021. Saham Citi naik sekitar 80% sejak Fraser menjabat sebagai CEO. Kebangkitan minggu ini menempatkan Fraser di posisi teratas dalam daftar Wanita Paling Berpengaruh ’s. Tentu saja, sulit untuk membuktikan hubungan kausal murni antara penghapusan lapisan manajemen Citi dan pendapatan terbarunya. Faktanya, penelitian tentang apakah organisasi yang ‘lebih datar’ berkinerja lebih baik daripada yang ‘lebih tinggi’ masih beragam, kata Clifford Oswick, profesor teori organisasi di Bayes Business School. Penghapusan lapisan manajemen benar-benar berfungsi, katanya, ketika itu adalah sarana untuk “tujuan yang bermakna” lainnya yang “dapat diterima dan berkomitmen oleh orang-orang, dan yang akan meningkatkan kinerja organisasi dalam jangka panjang.” Perataan besar Dunia bisnis berputar melalui periode budaya yang ketat dan “longgar” atau datar, yang terakhir lebih populer ketika ekonomi relatif baik, André Spicer, dekan eksekutif Bayes Business School, sebelumnya mengatakan kepada . Dan struktur yang lebih datar sedang sangat populer saat ini. Jumlah rata-rata orang yang melapor kepada manajer naik dari 10,9 pada tahun 2024 menjadi 12,1 pada tahun 2025, menurut laporan Gallup bulan Januari. Angka tahun lalu mewakili peningkatan ukuran tim hampir 50% sejak Gallup pertama kali mengukur, pada tahun 2013. Meta, misalnya, dilaporkan menggunakan rasio karyawan-ke-manajer ultra-datar 50 banding 1 di tim rekayasa AI terapan barunya. Awal bulan ini, CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan dia memberhentikan 14% tenaga kerja perusahaan dan meningkatkan rasio karyawan-ke-manajer hingga 15 banding satu. Teorinya adalah bahwa organisasi yang datar meningkatkan kelincahan dengan memperpendek rantai keputusan dan menempatkan pemimpin lebih dekat dengan karyawan garis depan dan pengalaman pelanggan. Dengan lebih sedikit lapisan, ide-ide baru bergerak lebih cepat. Ketika karyawan memiliki akses lebih langsung ke pembuat keputusan, mereka cenderung merasa lebih terlibat dan mengembangkan rasa kepemilikan yang lebih kuat atas hasil. AI tampaknya mempercepat ‘perataan besar’ dengan memberikan pemimpin kesan bahwa mereka dapat melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit orang dan memperkenalkan kemungkinan mengotomatiskan beberapa tugas manajer menengah seperti alokasi tugas dan konseling karyawan. Budaya tempat kerja juga mengalami pergeseran generasi menuju organisasi yang lebih datar karena milenial mencari “bentuk manajemen yang lebih partisipatif atau inklusif” dibandingkan model “komando dan kontrol” yang biasa digunakan Gen X, kata Oswick. Batasan organisasi datar Namun organisasi datar terkadang dapat menyebabkan masalah dalam praktiknya. Pekerja yang kurang berpengalaman bisa tersesat dalam tim yang besar, manajer lini bisa kewalahan, dan semua orang di antaranya bisa merasa tanpa arah. Dalam banyak kasus, kata Spicer, tim menyerah pada dorongan alami untuk membagi diri menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dan lebih mudah diatur; tanpa hierarki sebelumnya, mereka membentuk hierarki sementara. Namun daripada terjebak dalam ukuran tim yang sempurna (penelitian menunjukkan sekitar tujuh atau lebih), ada prinsip yang lebih besar yang harus diingat oleh para CEO seiring berlanjutnya tren ini, kata Oswick: meratakan organisasi harus mendorong agenda yang lebih besar. Ini tidak bisa hanya menjadi latihan pemotongan biaya atau upaya CEO baru untuk “menunjukkan dampak,” katanya. Di Citi, penghapusan lapisan manajemen adalah bagian dari upaya Fraser yang lebih luas untuk merampingkan bank dari ‘supermarket keuangan’ raksasa yang telah berkembang menjadi dan untuk merampingkan fokusnya. Dia juga mendivestasi banyak bisnis dan membersihkan kontrol internal. “Hal tentang struktur adalah [bahwa itu] salah satu bagian yang paling tidak penting dari sebuah organisasi,” kata Oswick. “Jika Anda memiliki hubungan yang sangat baik, budaya yang sangat kuat yang selaras dengan misi organisasi, Anda akan berhasil terlepas dari strukturnya.”Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Saya pernah bekerja bersama Steve Jobs di Apple, di mana setiap pembaruan OS mematikan startup. Para pendiri AI akan segera menghadapi hal yang sama News

Saya pernah bekerja bersama Steve Jobs di Apple, di mana setiap pembaruan OS mematikan startup. Para pendiri AI akan segera menghadapi hal yang sama

(SeaPRwire) - Apple terkenal membuat banyak startup dan alat pihak ketiga usang dengan hampir setiap pembaruan OS sejak pertengahan 2000-an. "Sherlocking" secara teratur menyingkirkan perusahaan-perusahaan menjanjikan dengan secara efektif menghapus alasan keberadaan mereka — dalam banyak kasus, dengan menyediakan fitur dan fungsionalitas yang hampir identik. Saya melihatnya sendiri ketika saya bekerja di iPhone, iPod, dan iPad di bawah Steve Jobs. Setiap peluncuran produk dan peningkatan OS menghasilkan kegembiraan bagi pengguna dan ketakutan eksistensial bagi para pendiri. Tim pendiri menghabiskan bertahun-tahun membangun kemampuan yang dapat diserap Apple ke dalam sistem operasi dalam semalam. Karya hidup menjadi mati di tempat. Sherlocked, tapi Tidak Terlupakan Ada beberapa perusahaan yang bangkrut yang patut disebutkan, tetapi berikut adalah tiga yang menonjol bagi saya: Tile sempat bersaing dengan AirTag untuk sementara waktu karena meskipun Apple membuat pelacak yang sedikit lebih bagus, Tile memiliki kepemimpinan pasar bertahun-tahun, distribusi ritel, pendapatan perangkat keras yang signifikan, dan keunggulan awal yang dapat dipertahankan. Namun keseimbangan akhirnya bergeser ke arah Apple ketika mereka meluncurkan AirTag dengan integrasi mendalam ke dalam jaringan Find My dan chip U1. Tiba-tiba, Tile tidak lagi memiliki akses ke keuntungan tingkat sistem yang sama. Ia kehilangan akses ke oksigen yang penting: default, izin, integrasi perangkat keras, dan distribusi. Perusahaan itu akhirnya diakuisisi oleh Life360 pada tahun 2021 dengan harga sekitar $205 juta — sebagian kecil dari valuasi puncaknya. Pebble menciptakan kategori jam tangan pintar modern bertahun-tahun sebelum Apple Watch diluncurkan. Perusahaan ini membangun ekosistem pengembang yang bersemangat dan menjual jutaan perangkat. Namun Apple menyimpan integrasi iPhone terdalam — notifikasi, pembayaran, data kesehatan, kait sistem — untuk dirinya sendiri. Pebble tidak dikalahkan fitur demi fitur. Ia terpinggirkan secara struktural. Bahkan f.lux, yang memelopori perangkat lunak pengurangan cahaya biru untuk membantu kita tidur lebih nyenyak di malam hari, mempelajari pelajaran yang sama. Apple awalnya menolak implementasi iOS-nya karena menggunakan API pribadi. Baru setelah Apple meluncurkan Night Shift langsung di dalam iOS itu sendiri, f.lux mengalami persaingan eksistensial. Raksasa teknologi lainnya, seperti Google dengan pencarian dan Microsoft dengan Office, juga menutup banyak perusahaan dengan otoritas dan efisiensi. Tetapi mereka tidak menghancurkan startup hanya karena mereka membangun produk yang lebih baik. Mereka memasuki pasar dengan alternatif yang layak, secara konsisten meningkatkan produk-produk tersebut, dan kemudian mempertahankan kendali atas platform. Hal utama yang perlu diingat oleh para pendiri yang menghadapi dinamika yang sama mengerikannya: ketika sebuah platform memutuskan untuk bersaing, tidak mungkin menang hanya dengan harga. Kelangsungan hidup membutuhkan pemahaman bagaimana platform meruntuhkan distribusi, menggabungkan fitur ke dalam default, dan menghilangkan ketergantungan yang diandalkan pihak ketiga. Bertahan, Berkembang, dan Masih Hidup Sejarah baru-baru ini juga memberikan contoh perusahaan yang selamat dari serangan platform dengan berkembang melampaui fitur konsumen mandiri. Dropbox seharusnya menghilang saat Apple dan Google menggabungkan penyimpanan cloud langsung ke dalam sistem operasi mereka. Sebaliknya, ia menjadi perusahaan perangkat lunak perusahaan multi-miliar dolar karena ia berkembang melampaui sinkronisasi konsumen menjadi kolaborasi, alur kerja tim, tanda tangan elektronik, dan infrastruktur lintas platform. Spotify selamat dari Apple Music meskipun Apple memiliki sistem operasi, App Store, ekosistem perangkat keras, dan keunggulan distribusi. Selain berinvestasi dalam kemitraan merek dan artis, Spotify membangun efek jaringan di sekitar daftar putar, penemuan, kreator, podcast, dan perilaku sosial yang tidak dapat begitu saja disalin dalam semalam. Nilainya berasal dari ekosistem di sekitar platform, bukan hanya aplikasi itu sendiri. 1Password menghadapi kepunahan setelah Apple dan Google menggabungkan manajemen kata sandi langsung ke dalam platform mereka secara gratis. Alih-alih bersaing fitur demi fitur di lapisan konsumen, ia bergerak ke pasar atas ke manajemen identitas perusahaan, alat pengembang, infrastruktur rahasia, dan alur kerja organisasi. Fitur konsumen menjadi pendorong. Sistem perusahaan menjadi bisnis. Seperti yang kita lihat dengan Dropbox dan 1Password di siklus terakhir, penawaran dari perusahaan yang lebih kecil yang terintegrasi secara mendalam dengan arsitektur pelanggan dan menawarkan fitur yang disesuaikan dapat menjadi pendorong dalam AI perusahaan. AI Teguh dalam Era Sherlocking-nya. Waspadalah. Setiap rilis Claude baru, perluasan kemampuan ChatGPT, atau peluncuran agen alur kerja menciptakan kegembiraan di antara pengguna dan pelanggan. Ini juga harus membuat para pendiri gelisah. Produk yang secara historis paling rentan terhadap Sherlocking memiliki ciri umum: mereka adalah fitur tunggal yang dibangun di atas platform yang tidak mereka miliki — cukup kecil untuk digabungkan, dan kurangnya efek jaringan, distribusi alternatif, atau integrasi operasional yang mendalam. Perusahaan AI-native perlu beroperasi lebih dari sekadar pembungkus model atau kopilot umum. Untuk bersaing dengan model dasar di vertikal tertentu, startup harus tertanam secara operasional di dalam perusahaan, firma hukum, lembaga keuangan, dan fasilitas medis. Perusahaan AI perusahaan terbaik akan berintegrasi secara mendalam ke dalam operasi internal yang mencakup persetujuan, sistem kepatuhan, alur pengadaan, jalur analitik, struktur pelaporan, dan pengetahuan institusional. Setelah itu terjadi, mencabutnya menjadi menyakitkan. Ini penting karena laboratorium perbatasan dioptimalkan untuk skala horizontal, bukan integrasi operasional yang mendalam. OpenAI, Anthropic, dan Google dapat membangun model dasar yang luar biasa. Tetapi mereka tidak dapat secara realistis menyediakan implementasi white-glove dan desain ulang alur kerja untuk setiap penyedia logistik, sistem rumah sakit, perusahaan asuransi, firma hukum, atau produsen di dunia. Asimetri itu menciptakan peluang besar bagi startup yang menghadapi momen fight-or-flight. Margin dan otomatisasi menarik perhatian dan investasi. Tetapi integrasi pelanggan dan layanan sentuhan tinggi membentuk parit. Kata Perpisahan untuk Sesama Pendiri Generasi perusahaan AI hebat berikutnya tidak dapat mengalahkan hyperscaler dan raksasa teknologi dengan anggaran tak terbatas pada harga. Mereka pasti tidak bisa menang dengan bersaing langsung dengan OpenAI atau Anthropic pada kecerdasan umum. Namun, mungkin untuk berkembang — dan tumbuh — jika Anda dapat mencapai apa yang secara historis sulit dilakukan oleh platform raksasa: menjadi sangat diperlukan untuk operasi bisnis pelanggan. Kita berada di awal era AI-untuk-segala. Seperti dalam siklus sebelumnya, banyak perusahaan muda akan di-Sherlock. Model yang saya gunakan untuk membangun dan menskalakan Nest dan sekarang Mill — mendalami integrasi vertikal — berhasil. Para pendiri yang tertarik pada umur panjang harus membangun dan menyebarkan tim secara vertikal di sekitar penawaran atau produk tertentu. Perangkat keras, perangkat lunak, dan desain produk harus bekerja sama. Hyperscaler memberikan inovasi kelas dunia hampir setiap hari. Tetapi mereka juga canggung dan terisolasi. Jika Anda ingin bertahan dan tumbuh dalam menghadapi persaingan sengit, pastikan Anda tidak pernah bergabung dengan kelompok itu.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More

Saya membantu merancang sistem yang menghancurkan pembiayaan ISIS. Saya punya gagasan tata kelola AI yang akan disukai Paus dan Anthropic.

(SeaPRwire) - Ketika Silicon Valley dan Takhta Suci sepakat, patut dipertanyakan apa yang mereka ketahui yang tidak diketahui oleh pemerintah. Pada hari Senin, Paus Leo XIV menerbitkan ensiklik pertamanya, Magnifica Humanitas, yang menyerukan agar AI dilucuti dan diatur demi kemanusiaan. Berdiri di sampingnya di Vatikan adalah Christopher Olah, salah satu pendiri Anthropic, yang mengakui bahwa perusahaan AI beroperasi "di dalam serangkaian insentif dan batasan yang terkadang dapat bertentangan dengan melakukan hal yang benar." Secara terpisah, CEO Anthropic Dario Amodei menyatakan bahwa "tingkat risiko berikutnya sebenarnya adalah perusahaan AI itu sendiri" — dan bahwa para pemimpin AI, termasuk dirinya sendiri, seharusnya tidak menjadi orang yang memutuskan masa depan teknologi tersebut. Ini adalah para arsitek sistem AI paling mampu yang ada saat ini yang memberi tahu dunia bahwa mereka tidak dapat mengatur diri mereka sendiri. Pertanyaannya bukan lagi apakah tata kelola AI global diperlukan. Pertanyaannya adalah apakah itu akan dirancang sebelum krisis membuatnya jelas bagi semua orang. Industri tahu — dan mengatakannyaDi dalam industri, sedikit orang serius yang menyangkal risiko inti: gangguan pasar tenaga kerja, senjata otonom, keselamatan anak, pengawasan massal, erosi pengawasan manusia, dan prospek sistem yang mampu melakukan perbaikan diri rekursif. Anthropic telah membangun Constitutional AI dan Responsible Scaling Policy. OpenAI mempertahankan Preparedness Framework dengan red-teaming terstruktur. Ini adalah upaya serius. Mereka memiliki satu keterbatasan struktural: mereka bersifat internal. Setiap perusahaan menetapkan ambang batasnya sendiri dan tingkat transparansinya sendiri. Tata kelola internal tidak dapat menyelesaikan masalah eksternal. Perusahaan yang membangun AI terdepan beroperasi dalam lingkungan yang kompetitif di mana pengekangan sepihak merupakan kerugian strategis. Perusahaan yang melambat ketika pesaing tidak melakukannya tidak membuat dunia lebih aman. Itu hanya kehilangan pijakan. Hal yang sama berlaku untuk negara: tidak ada pemerintah yang dapat secara kredibel menahan perusahaannya sendiri jika Tiongkok, atau kekuatan AI besar lainnya, tidak terikat oleh komitmen yang sebanding. Hasilnya adalah kegagalan aksi kolektif yang klasik. Semua orang memahami risikonya. Tidak ada yang memiliki insentif individu untuk menyerap biaya penuh untuk menyelesaikannya. Itu bukan masalah pasar. Itu adalah masalah arsitektur tata kelola. Analogi yang tepat bukanlah nuklir — melainkan keuanganPerbandingan yang paling sering digunakan adalah pengendalian senjata nuklir. Itu adalah analogi yang salah. Senjata nuklir adalah program negara dengan fasilitas yang teridentifikasi dan uji coba yang dapat diverifikasi. AI canggih dikembangkan oleh aktor swasta pada infrastruktur komersial yang sudah tertanam secara global. Sistem keuangan menawarkan model yang lebih berguna. Bank bersaing ketat di berbagai yurisdiksi, terhubung secara real-time, dengan risiko sistemik dari pendanaan terorisme dan kejahatan keuangan yang tidak dapat ditahan oleh satu institusi pun. Tanggapannya, yang dibangun di sekitar kerangka kerja penetapan standar FATF G20, menggabungkan norma bersama, standar operasional, kewajiban pemerintah dan sektor swasta, tinjauan ahli, dan konsekuensi nyata bagi ketidakpatuhan. Meskipun jauh dari sempurna, itu memang mengubah perilaku dalam skala besar, tanpa memerlukan proses ratifikasi perjanjian selama puluhan tahun, karena mendistribusikan akuntabilitas di seluruh koalisi yang cukup luas untuk membuat penghindaran menjadi mahal, membagi kewajiban keselamatan di antara pemerintah dan sektor swasta. Saya menghabiskan bertahun-tahun merancang dan mengevaluasi standar tersebut, termasuk memimpin koordinasi internasional melawan pendanaan ISIS dan membentuk kerangka kerja kripto yang kini diadopsi oleh lebih dari 120 negara. Saya telah mengevaluasi program kepatuhan nasional secara langsung. Saya yakin saya telah belajar apa yang membuat mekanisme akuntabilitas berhasil — dan apa yang membuatnya gagal. Seperti apa tata kelola ituArsitektur tata kelola AI yang dapat diterapkan dimulai bukan dengan spesifikasi teknis tetapi dengan norma tingkat tinggi: komitmen bersama atas risiko yang sudah mendapatkan konsensus nyata. Norma-norma tersebut diterjemahkan menjadi kriteria yang menilai hasil dunia nyata, daripada menetapkan proses teknis yang akan usang dalam beberapa bulan. Panel ahli independen, yang terdiri dari perwakilan dari sektor publik dan swasta, menilai apakah perusahaan dan negara memenuhi kriteria tersebut. Dan mekanisme tersebut membutuhkan konsekuensi: kepatuhan membuka kepercayaan, akses pasar, dan kerja sama; ketidakpatuhan membawa biaya yang meningkat. Pemahaman bilateral AS-Tiongkok akan sangat penting, tetapi tidak cukup; hanya koalisi yang lebih luas, seperti G20, yang dapat mengubah pengekangan menjadi tekanan global yang berkelanjutan. Jendela tidak terbatasBeberapa perkiraan kredibel menempatkan Kecerdasan Umum Buatan — sistem yang lebih mampu daripada manusia di sebagian besar domain — seawal tahun 2030. Ketika mesin melampaui kemampuan manusia, satu-satunya respons yang memadai bagi umat manusia adalah respons kolektif. Tidak ada satu perusahaan pun, dan tidak ada satu negara pun, yang dapat mengelolanya sendirian. Amodei menyerukan kejujuran dari para pemimpin AI dan pemerintah tentang seberapa cepat ini bergerak. Paus menyerukan agar teknologi tersebut dilucuti sebelum teknologi tersebut melucuti kita. Olah berdiri di Vatikan dan mengkonfirmasi masalah insentif yang dihadapi industrinya sendiri. Konvergensi dari ujung otoritas manusia yang berlawanan — moral dan komersial — itu sendiri merupakan poin data yang tidak dapat diabaikan oleh para pembuat kebijakan. Komunitas internasional pernah bersatu di sekitar risiko bersama yang eksistensial — proliferasi nuklir, pendanaan teroris, keruntuhan keuangan sistemik. Ia membangun mekanisme koordinasi yang bertahan, meskipun tidak sempurna, tetapi berdampak. AI menuntut hal yang sama, dan lebih mendesak. Risiko terhadap umat manusia berada dalam urutan besaran yang berbeda. Bencana tersebut bukanlah hipotesis. Menunggu untuk mengatur setelah terjadi bukanlah perbaikan. Itu adalah penyerahan diri. Pemerintah dan organisasi internasional sekarang perlu menyelenggarakan proses tersebut. Libatkan orang-orang yang membangun sistem ini dan memahami mode kegagalannya dari dalam, serta para ahli dengan pengalaman yang diperoleh dengan susah payah dalam berkoordinasi antara pihak-pihak yang tidak saling percaya — baik itu negara atau pesaing komersial — dan menerjemahkan risiko bersama menjadi komitmen yang mengikat. Jendela semakin sempit. Kita berutang kepada anak-anak kita tata kelola yang dibangun sebelum bencana, bukan sebagai respons terhadapnya.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More
Ketika Setia Dihargai: Pencapaian Atas Dapat Kenaikan Gaji yang Jauh Lebih Besar Bandingkan dengan Mereka yang Beralih News

Ketika Setia Dihargai: Pencapaian Atas Dapat Kenaikan Gaji yang Jauh Lebih Besar Bandingkan dengan Mereka yang Beralih

(SeaPRwire) - Tetap bertahan atau pergi? Itu adalah pertanyaan abadi bagi para pekerja yang mencoba memaksimalkan gaji mereka di tengah ekonomi dengan kenaikan gaji yang "tipis". Namun, di era sering berpindah kerja (job-hopping) dan pekerja lepas, kebebasan bisa memakan biaya. Bagi mereka yang berpenghasilan lebih tinggi, loyalitas membuahkan hasil. 5% pekerja dengan penghasilan tertinggi yang tetap bertahan dengan pemberi kerja mereka menerima kenaikan gaji tahun-ke-tahun yang mendekati dua digit, sementara rekan-rekan mereka yang berpindah pekerjaan hanya melihat kenaikan satu digit yang rendah, menurut studi Bank of America yang menggunakan data simpanan internal. Semua pekerja lainnya—termasuk mereka yang berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi tidak termasuk 5% teratas—semuanya mendapatkan kenaikan upah setelah pajak yang lebih tinggi jika mereka berpindah pekerjaan. Bank of America Institute Itu pun jika Anda mendapatkan kenaikan gaji sama sekali. Data Bank of America menunjukkan sekitar setengah dari mereka yang tetap bertahan di pekerjaan mereka dan 44% dari mereka yang berpindah pekerjaan tidak melihat adanya kenaikan gaji, atau dalam beberapa kasus mengalami penurunan pada Q1 2026. “Menurut pandangan kami, ada kemungkinan sebagian dari hal ini juga merupakan fungsi dari perlambatan pasar tenaga kerja yang lebih luas untuk industri dengan gaji tinggi,” kata Bank of America. “Mereka yang kehilangan pekerjaan mungkin harus menerima gaji yang lebih rendah di pasar kerja yang lebih ketat, sementara mereka yang bertahan kini melihat kenaikan gaji yang lebih besar. Bisa jadi juga karena dalam lingkungan 'sedikit rekrut, sedikit pecat', perusahaan merasa memiliki lebih sedikit alasan untuk membayar premi kepada mereka yang berpindah pekerjaan.” Kesenjangan pertumbuhan upah antara mereka yang bertahan dan mereka yang berpindah pekerjaan adalah yang terkecil dalam tujuh tahun terakhir, menurut BofA. Data terpisah dari ADP menunjukkan cerita yang serupa. Pada bulan Januari, perbedaan rata-rata pertumbuhan gaji antara mereka yang berpindah pekerjaan dan yang bertahan hanya 1,9%. Keuntungan terbesar bagi mereka yang sering berpindah pekerjaan terlihat di industri dengan persaingan tenaga kerja yang tinggi, seperti konstruksi, sumber daya alam, dan pertambangan. Upah di sektor-sektor ini tumbuh 6,6% bagi mereka yang berpindah pekerjaan, dibandingkan dengan 5,6% bagi mereka yang bertahan. Kesenjangan antargenerasi Aktivitas berpindah pekerjaan telah melambat sejak Great Resignation, tetapi masih terdapat kesenjangan antargenerasi. Gen Z berpindah perusahaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gen X selama Q1, dan hal itu membuahkan hasil, menurut BofA. Tingkat pertumbuhan pendapatan Gen Z yang berpindah pekerjaan adalah empat kali lipat dari mereka yang bertahan, dan pertumbuhan upah milenial dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang bertahan. Pekerja dengan upah rendah masih melihat keuntungan terbesar dengan berpindah pekerjaan, meskipun kenaikan gaji bagi Gen Z yang berpindah pekerjaan telah menurun sebesar 20% sejak Q1 2022. Bank of America Institute Cerita bagi Gen X dan Baby Boomer yang berpindah pekerjaan justru sebaliknya. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan upah mereka yang lebih tua yang berpindah pekerjaan tetap datar atau bahkan menurun, sementara pendapatan mereka yang bertahan justru meningkat. “Menurut pandangan kami, beberapa orang di generasi ini mungkin menerima pendapatan yang sama atau lebih rendah karena ada yang memilih untuk bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit, mungkin saat mereka mendekati masa pensiun. Bisa jadi juga karena beberapa orang menerima gaji yang lebih rendah setelah diberhentikan atau dipecat,” jelas BofA.Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut. Sektor: Top Story, Daily News SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
More