Ghost Jobs Bikin Data Tenaga Kerja Bohong? Senator Arizona Tekan Trump Admin Cari Jawab—AI Jadi Penyebab Utama?

(SeaPRwire) –   By: Marcus Cole

Ghost jobs—lowongan kerja yang tidak akan diisi—sudah merusak keandalan data tenaga kerja Amerika. Senator Ruben Gallego (D-Ariz.) menekan administrasi Trump untuk menindak perusahaan yang posting lowongan palsu online. Ini bukan cuma soal waktu muda yang terbuang, tapi juga kebijakan yang bisa salah karena data yang salah.

Gallego mengirim surat ke Department of Labor dan Federal Trade Commission. Dia minta kedua lembaga investigasi seberapa luas ghost jobs. Dia juga ingin tahu bagaimana ghost jobs muncul di data federal dan alat apa yang bisa dipakai untuk menghentikan iklan lowongan deceptive. Dia bertanya: apakah data resmi masih bisa diandalkan jika ghost jobs dianggap lowongan nyata?

Survey Resume Builder tahun 2024 menunjukkan 40% employer pernah posting setidaknya satu lowongan yang tidak ingin diisi. Bulan April, employer melaporkan posting 7.6 juta lowongan tapi hanya merekrut 5.1 juta pekerja. Artinya, sekitar satu dari tiga lowongan tidak diisi (menurut Bureau of Labor Statistics).

Gallego menyatakan AI di platform perekrutan online menyebabkan peningkatan ghost jobs. Perusahaan bisa mudah posting lowongan, recruit kurang aktif, dan biarkan lowongan terbuka lama. Ini membuat muda Amerika buang waktu dan energi untuk melamar lowongan yang tidak ada.

Pengangguran lulusan kuliah muda naik meskipun employment overall solid (data Federal Reserve Bank of New York). Hampir setengah CEO yang disurvei Mei bilang ekonomi lebih buruk dari enam bulan lalu. Mereka sebut perang Iran, biaya energi tinggi, dan AI sebagai sumber ketidakpastian yang besar.

Author bio: Marcus Cole, peneliti hukum tenaga kerja dan kontributor ke review hukum administratif independen yang fokus pada isu pekerja muda.